ASUHAN KEBIDANAN BAYI Ny.”M” DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SINJAI TANGGAL 20-22 JUNI 2016
ASUHAN
KEBIDANAN BAYI Ny.”M” DENGAN BAYI
BERAT
LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH
KABUPATEN SINJAI
TANGGAL
20-22 JUNI 2016
KARYA
TULIS ILMIAH
Diajukan Sebagai
Salah Satu Syarat dalam Menyelesaikan Pendidikan
di Program Studi
Kebidanan Akbid Madani Kabupaten Sinjai
OLEH
A.HANDAYANI
13.66.002
PROGRAM STUDI D III
ILMU KEBIDANAN
AKADEMI KEBIDANAN
MADANI
KABUPATEN SINJAI
TAHUN 2016
![]() |
| Add caption |
ABSTRAK
A.HANDAYANI
NIM : 13.66.002, Asuhan Kebidanan Bayi Ny.”M”
dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten
Sinjai Tanggal 20-23 Juni 2016, Lima Bab + 51 halaman + 10 buku + 3 jurnal
tahun 2011-2016, dibimbing oleh Hj.Ratnawati Muin, S.ST., M.Kes dan Kamrianti
Ramli S.Pd., M.Pd.
Menurut World Health Organization
(WHO), kejadian BBLR pada tahun 2014-2016 tertinggi di Filipina 20%, menyusul
kemudian Myanmar 15% dan Laos 14%, sedangkan yang terendah di Singapura 8%,
menyusul kemudian Thailand dan Vietnam sebesar 9% sedangkan di Indonesia
kejadian bayi berat lahir rendah yaitu 7,5%. Angka ini lebih besar dari target
BBLR yang ditetapkan pada sasaran program perbaikan gizi menuju indonesia sehat
yakni 7%.
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah
bayi yang lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang
masa kehamilan.
Study kasus Bayi Ny.”M” hasil
pemeriksaan fisik yang menunjang yaitu: berat badan lahir 1.900 gram, panjang
badan 40 cm, lingkar kepala 25 cm,lingkar dada28 cm,lingkar lengan10 cm.
Kata Kunci :
Bayi, Berat, Lahir, Rendah
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur Kehadirat Tuhan yang
Maha Kuasa atas Segala Berkat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini sebagai salah satu syarat
menyelesaikan pendidikan Diploma III di
Akademi Kebidanan Madani Sinjai dengan judul:
“Asuhan Kebidanan Bayi Ny.”M” Dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah
Sakit Umum Daerah Kabupaten Sinjai, Tanggal 20-22 Juni 2016”
Penulis menyadari dalam penyusunan karya
tulis ilmiah ini, tidak terlepas dari berbagai hambatan dan kesulitan. Namun
atas dukungan, bimbingan serta motivasi dari berbagai pihak, sehingga proposal
karya tulis ilmiah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Oleh karena itu,
penulis dengan tulus ikhlas menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Ibu Hj. Ratnawati Muin, S.ST., M.Kes, selaku
pembimbing I dan Ibu Kamrianti Ramli, S.Pd., M.Pd, selaku pembimbing II yang
senantiasa meluangkan waktunya untuk membimbing penulis sehingga Karya Tulis
Ilmiah ini dapat terselesaikan.
2. dr. H. Alimuddin, SP.OG, selaku penguji yang
senantiasa bersedia menguji sejauh mana kemampuan penulis dalam menguasi Karya
Tulis Ilmiah yang telah dibuat.
3. Ibu Fajeriati, Amd.Keb, selaku Ketua Program
Studi Kebidanan Madani Sinjai.
4. Ibu Sriwahyuni, S.ST, selaku Direktur Akademi Kebidanan Madani Sinjai beserta para
staf yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk belajar di kampus
Akademi Kebidanan Madani Sinjai.
5. Bapak Andi Erfan Askani.,S.IP. Selaku Ketua
Yayasan Enam-Enam Makassar yang telah menyiapkan sarana dan prasarana
pendidikan Akademi Kebidanan Madani Sinjai.
6. Bapak/Ibu Dosen Akademi Kebidanan Madani
Sinjai yang telah memberikan bimbingan, arahan dan keterampilan yang bermanfaat
selama penulis mengikuti pendidikan.
7. Para staf di RSUD Kab. Sinjai yang telah
memberikan izin dalam pengambilan data.
8. Terkhusus dan teristimewa pada akhirnya
penulis haturkan sembah sujud dan terima kasih kepada kedua orang tuaku
tercinta, ibundaku Alm. Andi Yuliana dan
Ayahandaku Andi Paping yang telah mengasuh, melindungi, mendidik, dan
membimbing penulis, serta memenuhi kebutuhan dalam menyelesaikan studi.
9. Rekan-rekan seperjuangan yang mengikuti
pendidikan di Akademi Kebidanan Madani Sinjai yang selalu mendukung dan menjadi
penyemangatku.
Penulis
menyadari bahwa setiap insan mempunyai kelebihan dan kekurangan demikian juga
dengan penulis. Oleh karena itu, penulis dengan hati terbuka akan menerima
saran dan masukan dari berbagai pihak yang sifatnya konstruktif demi
kesempurnaan karya tulis ilmiah ini, agar nantinya lebih bermanfaat bagi
pengembanagan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu kebidanan pada khususnya.
Akhir kata
semoga karya tulis ilmiah ini bermanfaat bagi penulis dan pembacanya yang lain.
Amin.........
Sinjai,
Juni 2016
A.HANDAYANI
Nim: 13.66.002
BIODATA
PENULIS
I IDENTITAS
Nama :
A. HANDAYANI
Nim :
13.66.002
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat/Tanggal Lahir : Sinjai, 31 Maret 1995
Suku/Bangsa :
Bugis/Indonesia
Agama :
Islam
Alamat :
Desa Aarabika, Kec. Sinjai Barat
RIWAYAT
PENDIDIKAN
1. Tamat SD NEGERI NO.97 Arango, Sinjai Barat
Tahun 2007
2. Tamat SMP NEGERI 2 Sinjai Barat, Tahun 2010
3. Tamat SMA NEGERI 1 Sinjai Barat, Tahun 2013
4. Sementara menyelesaikan pendidikan D III
Akademi Kebidanan Madani Sinjai Tahun 2013-sekarang.
RIWAYAT
ORGANISASI
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL.........................................................................
|
i
|
LEMBAR PERSETUJUAN
PEMBIMBING.....................................
|
ii
|
LEMBAR
PENGESAHAN..............................................................
|
iii
|
LEMBAR PERNYATAAN...............................................................
|
Iv
|
ABSTRAK......................................................................................
|
v
|
KATA PENGANTAR......................................................................
|
vi
|
BIODATA
PENULIS.......................................................................
|
ix
|
DAFTAR
ISI....................................................................................
|
x
|
DAFTAR
TABEL............................................................................
|
xiii
|
DAFTAR
GAMBAR........................................................................
|
xiv
|
DAFTAR SINGKATAN...................................................................
|
xv
|
DAFTAR
LAMPIRAN.....................................................................
|
xvii
|
BAB I
PENDAHULUAN..................................................................
|
1
|
A.
Latar
Belakang.....................................................................
|
1
|
B.
Ruang
Lingkup Penulisan....................................................
|
4
|
C.
Tujuan
Penulisan..................................................................
|
4
|
D.
Manfaat
Penulisan................................................................
|
6
|
E.
Sistematika
Penulisan..........................................................
|
6
|
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA........................................................
|
9
|
A.
Tinjauan
Tentang Persalinan...............................................
|
9
|
1. Pengertian
Persalinan.....................................................
|
9
|
2. Jenis-jenis
Persalinan.....................................................
|
9
|
3. Sebab-sebab Mulainya Persalinan.................................
|
10
|
4. Faktor yang Mempengaruhi
Persalinan..........................
|
11
|
5. Tahapan
Persalinan........................................................
|
12
|
B.
Tinjauan
Tentang Bayi Baru Lahir........................................
|
13
|
1. Pengertian Bayi Baru Lahir
Normal................................
|
13
|
2. Ciri-ciri Bayi Baru Lahir
Normal.......................................
|
13
|
3. Ciri-ciri Bayi Baru Lahir
Abnormal...................................
|
15
|
C.
Tinjauan
Tentang Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)............
|
17
|
1. Pengertian
BBLR............................................................
|
17
|
2. Insiden
...........................................................................
|
17
|
3. Etiologi ...........................................................................
|
17
|
4. Patofisiologi
....................................................................
|
18
|
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya
BBLR......
|
19
|
6. Penanganan ...................................................................
|
20
|
D.
Tinjauan
Umum Asuhan Kebidanan.....................................
|
21
|
1. Proses Manajemen Asuhan
Kebidanan..........................
|
21
|
2. Pendokumentasian Manajemen Asuhan
Kebidanan....
|
24
|
BAB
III STUDI
KASUS...................................................................
|
27
|
A.
Identifikasi
Data Dasar.........................................................
|
27
|
B.
Identifikasi
Diagnosa/Masalah Aktual...................................
|
33
|
C.
Identifikasi
Diagnosa/Masalah Potensial..............................
|
34
|
D.
Tindakan
Emergensi, Kolaborasi dan Konsultasi................
|
35
|
E.
Rencana
Tindakan...............................................................
|
35
|
F.
Pelaksanaan
Tindakan.........................................................
|
36
|
G.
Evalusai
...............................................................................
|
37
|
Pendokumentasian
..............................................................
|
38
|
BAB IV PEMBAHASAN.................................................................
|
44
|
A.
Identifikasi
Data Dasar.........................................................
|
44
|
B.
Merumuskan
Diagnosa/Masalah Aktual...............................
|
45
|
C.
Merumuskan
Diagnosa/Masalah Potensial..........................
|
45
|
D.
Melaksanakan
Tindakan Kolaborasi....................................
|
46
|
E.
Rencana
Tindakan Asuhan Kebidanan................................
|
46
|
F.
Tindakan
Asuhan Kebidanan...............................................
|
47
|
G.
Evaluasi
Asuhan Kebidanan................................................
|
48
|
BAB V
PENUTUP...........................................................................
|
49
|
A.
Kesimpulan
..........................................................................
|
49
|
B.
Saran
...................................................................................
|
50
|
DAFTAR PUSTAKA
|
|
LAMPIRAN
|
DAFTAR
TABEL
Tabel 2.1 : Nilai Apgar.............................................................................
16
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 :
|
Keterkaitan Manajemen
Kebidanan dengan Pendokumentasian Asuhan Kebidanan....................... 26
|
DAFTAR SINGKATAN
ANC :
Antenatal Care
ASI :
Air Susu Ibu
BBL :
Berat Badan Lahir
BBLR :
Berat Badan Lahir Rendah
BCB :
Bayi Cukup Bulan
By :
Bayi
Cm :
Centi meter
G3P2A1 :
Gestasi 3 Partus 2 Abortus 1
gr :
gram
Hb :
Hemoglobin
HE :
Hal Education
HPHT :
Hari Pertama Haid Terakhir
HR :
Heart Rate
IM :
Intramuscular
KPD :
Ketuban Pecah Dini
Kg :
Kilo gram
LD :
Lingkar Dada
LK :
Lingkar Kepala
LL :
Lingkar Lila
Mg :
Milligram
Ml :
Milliliter
P :
Pernapasan
PBL :
Panjang Badan Lahir
S :
Suhu
SC :
Sectio Caesaria
SMK :
Sesuai Masa Kehamilan
Tn :
Tuan
TP :
Taksiran Persalinan
TT :
Tetanus Toksoid
TTV :
Tanda-tanda Vital
USG :
Ultrasonografi
WHO :
Word Health Organization
% :
Persen
°C :
Derajat Celsius
DAFTAR
LAMPIRAN
I.
Permohonan
judul proposal kepada direktur Akbid Madani Sinjai.
II.
Permohonan
persetujuan judul proposal kepada Pembimbing I dan II.
III.
Permohonan
pengantar pengambilan data awal kepada Kepala Unit LP2M.
IV.
Rekomendasi
pengambilan data awal kepada Direktur
RSUD Sinjai Kab. Sinjai.
V.
Lembar
koordinasi pengambilan data awal.
VI.
Lembar
konsultasi proposal.
VII.
Rekomendasi
Penelitian Kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Kab.
Sinjai.
VIII.
Izin
penelitian Kepada Direktur RSUD Kab. Sinjai.
IX.
Lembar
koordinasi penelitian.
X.
Surat
keterangan telah melaksanakan penelitian.
XI.
Lembar
konsultasi Karya Tulis Ilmiah
XII.
Id
card pengambilan data awal dan penelitian.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kematian bayi di Indonesia berkisar 7,7
juta setiap tahun lebih dari 10 terjadi pada waktu perinatal atau usia di bawah
satu bulan. Tiga perempat dari kematian ini terjadi pada minggu pertama
kehidupan. Lebih jauh, untuk setiap bayi baru lahir meninggal, terjadi pula 1
lahir mati. Penyebab kematian adalah asfiksia, trauma kelahiran, infeksi,
prematuritas, kelainan bawaan, dan sebab-sebab lain. Jika tidak meninggal,
keadaan ini akan meninggalkan masalah bayi dengan cacat (Prawirohardjo, 2012:102).
Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah
bayi yang lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang
masa kehamilan. Penyebab terjadinya bayi
BBLR secara umum bersifat multifaktorial baik itu dari faktor ibu, faktor
plasenta, faktor janin maupun faktor yang lain. Bayi berat lahir rendah (BBLR)
merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal
dan neonatal (Nugroho, 2015)
Menurut WHO kejadian bayi berat lahir
rendah dalam tahun 2014-2016 tertinggi di Philipina 20%, menyusul kemudian
Myanmar 15% dan Laos 14%, sedangkan yang terendah di Singapura 8%, menyusul
kemudian Thailand dan Vietnam sebesar 9% sedangkan di Indonesia kejadian bayi
berat lahir rendah yaitu 7,5%. Angka ini lebih besar dari target BBLR yang
ditetapkan pada sasaran program perbaikan gizi menuju indonesia sehat yakni 7% (Anonim,
2016).
Berdasarkan survei lainnya, yaitu Riset
Departemen Kesehatan 2016, di negara-negara berkembang kematian bayi baru lahir
(neonatus) merupakan penyumbang kematian terbesar pada tingginya angka kematian
balita (AKB). Setiap tahun sekitar 20 bayi per 1.000 kelahiran hidup
terenggut nyawanya dalam rentang waktu
0-12 hari pasca kelahirannya. Parahnya dalam rentang tahun 2014-2016 (data
terakhir), angka neonatus tidak pernah mengalami penurunan. Penyebab kematian
terbanyak pada periode ini, menurut Depkes, disebabkan oleh sepsis (infeksi
sistemik), kelainan bawaan dan infeksi saluran pernapasan atas yang pada
umumnya terjadi pada bayi berat lahir rendah (Dewiyanti, 2015).
Selaras dengan target pencapaian
Millenium Development Goals (MDGs), tahun 2015 sebesar 3 per 1.000 kelahiran
hidup maka masih perlu kerja keras untuk mencapainya (Latifah, 2015)
Kejadian bayi berat lahir rendah di
Indonesia tahun 2014 yaitu 14% atau 710.000 dari 5 juta bayi lahir per tahun. Sedangkan
menurut Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) tahun 2015 terdapat 7,5% atau
355.000 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (Depkes RI, 2015).
Menurut data dari dinas Kesehatan
Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2014, jumlah bayi yang lahir dengan bayi berat lahir rendah
sekitar 1.700 per 113.782 kelahiran hidup (1,49%) bayi lahir yang lahir mati diakibatkan
oleh bayi berat lahir rendah sekitar 741 per 114.523 kelahiran (0,65%). Sedangkan
pada tahun 2015 jumlah bayi lahir dengan berat badan lahir rendah yaitu 1,36%
dari jumlah bayi lahir (Anonim, 2016).
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai didapatkan data jumlah bayi
kelahiran hidup 4.281 dengan jumlah bayi berat lahir rendah 223 (5,20%). Dan
jumlah kematian bayi baru lahir di Kabupaten Sinjai 36 di tahun 2014 karena
berat badan lahir rendah, di tahun 2015 3 bayi berat lahir rendah yang
meninggal (Anonim, 2016).
Bagian pencatatan dan pelaporan di Rumah
Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tahun 2014 didapatkan 1.064
jumlah kelahiran hidup, dengan jumlah kejadian bayi berat lahir rendah 237 (21,9%).
Pada tahun 2015 didapatkan 1.654 jumlah kelahiran hidup, dengan jumlah kejadian
bayi berat lahir rendah 394(23,8%). Pada tahun 2016 dari bulan Januari-April
didapatkan jumlah kelahiran hidup 353 bayi dan 62 (17,5%) bayi yang tergolong
bayi berat lahir rendah. Hal ini menunjukkan bahwa target MDGs belum terpenuhi (RSUD
Sinjai, 2016).
Sehubungan dengan permasalahan tersebut di
atas, maka penulis tertarik untuk membuat karya tulis ilmiah dengan mengangkat
judul “Asuhan Kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah
Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016 dengan
menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan kewenangan
bidan.
B. Ruang
Lingkup Penulisan
Ruang lingkup penulisan dalam karya tulis
ini adalah “Asuhan Kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di
Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016”.
C. Tujuan
Penulisan
1.
Tujuan
Umum
Melaksanakan
Asuhan Kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum
Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016 dengan menggunakan
pendekatan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan kewenangan bidan.
2.
Tujuan
Khusus
a.
Melakukan
identifikasi data dasar Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit
Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
b.
Merumuskan
diagnosa/masalah aktual Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah
Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
c.
Merumuskan
diagnosa/masalah potensial Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah
Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
d.
Melakukan
tindakan segera dan kolaborasi guna pemecahan masalah Bayi Ny.”M” dengan Bayi
Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal
20-22 Juni 2016.
e.
Melakukan
intervensi/rencana asuhan kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah
di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni
2016.
f.
Melakukan
pelaksanaan asuhan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit
Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
g.
Melakukan
evaluasi asuhan kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah
Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
h.
Melakukan
pendokumentasian tindakan asuhan kebidanan
yang telah dilaksanakan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di
Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
D. Manfaat
Penulisan
Hasil penelitian kasus ini diharapkan
dapat memberi manfaat sebagai berikut :
1.
Manfaat
Praktis
Salah
satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Diploma III Kebidanan di Akademi
Kebidanan Madani Sinjai.
2.
Manfaat
Ilmiah
Karya
tulis ilmiah ini dapat menjadi sumber informasi dan memperkaya khasanah ilmu
pengetahuan.
3.
Manfaat
Institusi
Sebagai
bahan masukan bagi rekan Mahasiswa Diploma III Kebidanan Madani Sinjai pada
penyusunan Karya Tulis Ilmiah berikutnya.
4.
Bagi
Penulis
Menambah
wawasan dan pengalaman dalam penerapan Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir dengan
Masalah BBLR.
E. Sistematika
Penulisan
Studi kasus ini terdiri dari 5 bab dan
disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
B.
Ruang
Lingkup Penulisan
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Tujuan
Umum
2.
Tujuan
Khusus
D.
Manfaat
Penulisan
E.
Sistematika
Penulisan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A.
Tinjauan
Tentang Persalinan
B.
Tinjauan
Tentang Bayi Baru Lahir
C.
Tinjauan
Tentang Bayi Berat Lahir Rendah
D.
Proses
Manajemen Asuhan Kebidanan
BAB III STUDI KASUS
A.
Pengkajian
dan Analisa Data Dasar
B.
Identifikasi
Diagnosa/Masalah Aktual
C.
Identifikasi
Diagnosa/Masalah Potensial
D.
Identifikasi
Perlunya Tindakan Segera/Kolaborasi deangan Dokter
E.
Rencana
Tindakan Asuhan Kebidanan
F.
Pelaksanaan
Tindakan Asuhan Kebidanan
G.
Evaluasi
Hasil Asuhan Kebidanan
H.
Pendokumentasian
Hasil Asuhan Kebidanan (SOAP)
BAB IV PEMBAHASAN
Pada
Bab ini penulis akan menguraikan permasalahan dan kesenjangan antara teori dan
praktik asuhan kebidanan yang telah dilaksanakan pada bab sebelumnya.
BAB V PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan
Tentang Persalinan
1.
Pengertian
Persalinan
a.
Persalinan
adalah proses pengeluaran (kelahiran) hasil konsepsi yang dapat hidup di luar
uterus melalui vagina ke dunia luar. Proses tersebut dapat dikatakan
normal atau spontan jika bayi yang
dilahirkan berada pada posisi letak belakang kepala dan berlangsung tanpa
bantuan alat-alat atau pertolongan, serta tidak melukai ibu dan bayi (Sondakh,
2013:2).
b.
WHO
(World Health Organization) mendefenisikan
persalinan normal adalah persalinan
dengan presentase janin belakang kepala yang berlangsung secara spontan dengan
lama persalinan dalam batas normal, beresiko rendah sejak awal persalinan
hingga partus dengan masa gestasi 37-42 minggu (Indrayani, 2013:35).
2.
Jenis-jenis
Persalinan
Menurut Sofian (2012: 69-70) jenis-jenis
persalinan terdiri atas:
a.
Persalinan
normal adalah proses lahirnya bayi dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan
alat-alat, serta tidak melukai ibu dan bayi, yang umumnya berlangsung kurang
dari 24 jam.
b.
Persalinan
buatan atau abnormal adalah persalinan pervaginam dengan bantuan alat-alat
seperti porsep, vacum atau melalui dinding perut dengan sectio caesarea.
c.
Persalinan
anjuran adalah persalinan yang berlangsung setelah pemberian oksitosin melalui
cairan infus (induksi).
d.
Persalinan
lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primigravida dan
18 jam pada multigravida yang disertai dengan komplikasi ibu maupun janin yang
diantaranya disebabkan kelainan letak janin, kelainan panggul, kelainan his, serta
cara mengedan yang salah.
3.
Sebab-sebab
Mulainya Persalinan
Menurut Indrayani (2013: 45-46)
sebab-sebab mulainya persalinan dapat dipengaruhi oleh faktor hormon, yang
diantaranya:
a.
Estrogen
Meningkatkan sensitivitas otot rahim,
memudahkan penerimaan rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitosin,
prostaglandin dan rangsangan mekanis.
b.
Progesteron
Hormon ini dapat menurunkan sensitivitas
otot rahim serta menyulitkan penerimaan rangsangan dari luar seperti rangsangan
oksitosin, prostaglandin, rangsangan mekanis dan dapat menyebabkan otot rahim
dan otot polos relaksasi.
Pada masa kehamilan, kadar hormon
estrogen dan progesteron berada pada kondisi yang seimbang sehingga kehamilan
dapat dipertahankan. Dengan bertambahnya usia kehamilan, terjadi perubahan
keseimbangan estrogen dan progesteron yang memicu hipofisis posterior
mengeluarkan oksitosin.
4.
Faktor
Yang Mempengaruhi Persalinan
Menurut Indrayani (2013: 62-89) ada 3
faktor utama yang dapat mempengaruhi persalinan yaitu:
a.
Passage
Way
Passage way merupakan jalan lahir dalam
persalinan berkaitan keadaan segmen atas dan segmen bawah rahim pada
persalinan.
b.
Passanger
Passanger adalah janin yang bergerak
sepanjang jalan lahir akibat interaksi beberapa faktor diantaranya: Ukuran kepala
janin, presentasi, letak, sikap dan posisi janin karena plasenta dan air
ketuban juga harus melewati jalan lahir, maka dianggap sebagai passanger yang
menyertai janin.
c.
Power
Power adalah kekuatan yang mendorong janin
keluar yang terdiri dari his dan tenaga mengejan.
5.
Tahapan
Persalinan
Menurut Pranoto (2013: 5-7) tahapan
persalinan terdiri atas empat yaitu:
a.
Kala
I (Kala Pembukaan)
Kala
I dimulai dari adanya pembukaan serviks sampai pembukaan lengkap (10 cm).
Proses ini terbagi dalam 2 fase, yakni fase yang berlangsung selama 8 jam,
serviks membuka sampai 3 cm, dan fase aktif berlangsung selama 7 jam, serviks
membuka dari 4 cm sampai 10 cm. Kontraksi lebih kuat dan sering. Proses ini
terjadi pada primigravida ataupun multigravida, tetapi pada multigravida
memiliki jangka waktu yang lebih pendek. Pada primigravida, kala I berlangsung
12 jam, sedangkan pada multigravida berlangsung selama 8 jam.
b.
Kala
II (Kala Pengeluaran Janin)
Kala
II adalah kala pengeluaran janin, dimulai dari pembukaan lengkap sampai
lahirnya bayi. Masalah yang dapat terjadi pada kala II yaitu distosia bahu,
adanya lilitan tali pusat pada leher bayi dan lain-lain.
c.
Kala
III (Pengeluaran Plasenta)
Kala
III adalah kala pengeluaran plasenta yaitu setelah bayi lahir sampai lahirnya
plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit. Kala ini merupakan tahap
berbahaya bagi ibu karena perdarahan post partum primer (Post Partum Hemoragik) yang menyebabkan mortalitas maternal dan
kesalahan manajemen kala III meningkatkan PPH. Adapun penyebab Post Partum
Hemoragik terjadi, yaitu Atonia Uteri, Plasenta Tertinggal, Trauma, Gangguan
Kogulasi darah.
d.
Kala
IV (Kala Pengawasan)
Kala
IV adalah kala pengawasan yang dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam
pertama post partum.
B. Tinjauan
tentang Bayi Baru Lahir
1.
Pengertian
Bayi Baru Lahir Normal
Bayi baru lahir (BBL) normal adalah bayi
yang lahir diatas 37 minggu dengan berat
badan lahir diatas 2.500 gram. Perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir
diantaranya perubahan metabolisme karbohidrat, perubahan suhu tubuh, perubahan
pernapasan, sirkulasi, alat pencernaan, hati, ginjal dan alat lainnya mulai berfungsi. Selain itu pada
sistem tubuh lainnya juga terjadi perubahan walaupun tidak jelas terlihat (Yurniati,
2013:1).
2.
Ciri-ciri
bayi baru lahir normal
Menurut Prawirohardjo (2012: 414-415)
ciri-ciri bayi baru lahir normal diantaranya:
a.
Lahir
aterm (> 37 minggu)
b.
Berat
badan > 2500 gram
c.
Panjang
badan lahir 48-52 cm
d.
Lingkar
dada 30-38 cm
e.
Lingkar
kepala 33-35 cm
f.
Lingkar
lengan 11-12 cm
g.
Frekuensi
denyut jantung > 120 dan < 160x/i
h.
Pernapasan
pada menit pertama kira-kira 80x/i, kemudian menurun setelah tenang kira-kira
40x/i
i.
Kulit
kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan diliputi
verniks kaseosa
j.
Rambut
lanugo tidak terlihat lagi, rambut kepala biasanya telah sempurna
k.
Kuku
agak panjang dan lunak
l.
Gerak
aktif
m.
Bayi
lahir langsung menangis kuat
n.
Genetalia:
labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan), testis sudah turun
(pada laki-laki)
o.
Refleks
isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik
p.
Refleks
moro sudah baik, bayi ketika terkejut akan memperlihatkan gerakan tangan
seperti memeluk.
q.
Eliminasi
baik, urin dan mekonium akan keluar dalam
48 jam pertama, mekonium berwarna hitam kecoklatan.
r.
Nilai
APGAR > 7
3.
Ciri-ciri
Bayi Baru Lahir Abnormal
Menurut Kasnah (2014: 34) ciri-ciri bayi
baru lahir abnormal yaitu:
a.
Lahir
preterm (< 37 minggu)
b.
Berat
badan < 2.500 gram
c.
Frekuensi
denyut jantung < 120x/menit
d.
Kulit
pucat, tipis dan pergerakan tidak aktif
e.
Bayi
lahir tidak langsung menangis
f.
Pada
telinga pina masih datar dan terlipat
g.
Payudara
hampir tidak terlihat
h.
Genitalia
labia mayora belum menutupi labia minora (pada perempuan), testis belum turun
dan tidak ada rugae (pada laki-laki)
i.
Garis
telapak kaki hampir tidak tampak
j.
Refleks
moro kurang
k.
Nilai
APGAR < 7
Tabel
2.1 Tabel Nilai APGAR
SKOR
|
0
|
1
|
2
|
ANGKA
|
A: Appearance
color (Warna Kulit
|
Pucat
|
Badan merah, ekstremitas
biru
|
Seluruh tubuh
kemerah-merahan
|
...
|
P: Pulse (heart rate) (frekuensi denyut
jantung)
|
Tidak
ada
|
Kurang dari 100
|
Di atas 100
|
...
|
G: Grimace (Reaksi terhadap rangsangan)
|
Tidak
ada
|
Sedikit gerakan mimik
|
Menangis, batuk/bersin
|
...
|
A: Activity (Tonus otot)
|
Lumpuh
|
Ekstremitas sedikit fleksi
|
Gerakan aktif
|
...
|
R: Respiration (Usaha bernapas)
|
Tidak
ada
|
Lemah, tidak teratur
|
Menangis kuat
|
...
|
Jumlah
|
...
|
Sumber:
Mochtar R, (2013: 91)
C. Tinjauan
tentang Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
1.
Pengertian
BBLR
Bayi berat lahir rendah adalah bayi yang lahir
dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan.
(Nugroho,2015).
2.
Insiden
Frekuensi BBLR di negara maju berkisar
antara 3,6-10,8%, di negara berkembang berkisar antara 10-43%, rasio antara
negara maju dengan negara berkembang adalah 1:4. (Mochtar, 2012:308).
3.
Etiologi
Menurut Maryunani (2013: 316-317) etiologi
Berat Badan Lahir Rendah yaitu:
a.
Faktor
ibu terdiri dari penyakit pada masa kehamilan kurang dari 20 tahun lebih dan
lebih dari 35 tahun serta jarak kelahirannya terlalu dekat serta keadaan sosial
ekonomi yang rendah.
b.
Faktor
janin meliputi hidramnion, kehamilan ganda dan kelainan kromosom.
c.
Faktor
lingkungan meliputi tempat tinggal, radiasi dan zat-zat racun.
d.
Selain
dari faktor tersebut infeksi, bahan toksik, radiasi, insufisensi atau difungsi
plasenta, faktor nutrisi dan faktor lain seperti merokok, peminum alkohol,
bekerja berat masa hamil, plasenta previa, kehamilan ganda, obat-obatan dan
sebagainya.
4.
Patofisiologi
a.
Sebelum
bayi lahir
Menurut Sofian (2012: 305-306)
patofisiologi bayi berat badan lahir rendah sebelum bayi lahir yaitu:
1)
Pada
anamnese sering dijumpai adanya abortus, partus prematurus dan lahir mati
2)
Pembesaran
uterus tidak sesuai tuanya kehamilan
3)
Pergerakan
janin yang pertama (quickering) terjadi lebih lambat, gerakan janin lebih
lambat walaupun kehamilannya sudah masuk 9 bulan
4)
Pertambahan
berat badan ibu lambat dan tidak sesuai dengan yang seharusnya.
5)
Sering
dijumpai kehamilan dengan oligohidramnion, hyperemesis gravidarum pada hamil
lanjut dengan toksemia gravidarum atau perdarahan antepartum.
a.
Setelah
bayi lahir
Menurut Maryunani (2013: 217)
patofisiologi berat badan lahir rendah setelah bayi lahir yaitu:
1)
Bayi
dengan retardasi pertumbuhan interauterin secara klasik tampak seperti bayi
yang kelaparan. Tanda-tanda bayi ini adalah tengkorak kepala keras, gerakan
bayi terbatas, verniks caseosa sedikit atau tidak ada, kulit tipis, kering,
berlipat-lipat, mudah diangkat. Abdomen cekung atau rata, jaringan lemak di
bawah kulit sedikit, lembek dan berwarna kehijauan.
2)
Bayi
prematur yang lahir sebelum kehamilan 37 minggu. Verniks caseosa ada, jaringan
lemak bawah kulit sedikit, tulang tengkorak lunak mudah bergerak, muka seperti
boneka (dool-like), abdomen buncit,
tali pusat tebal dan segar, menangis lemah, tonus otot hipotoni, kulit tipis,
merah dan transparan.
3)
Bayi
small for date sama dengan bayi dengan retradasi pertumbuhan interauterin.
4)
Bayi
prematur kurang sempurna pertumbuhan alat-alat dalam tubuhnya, karena itu
sangat peka terhadap gangguan pernapasan, infeksi, trauma kelahiran dan
hipotermi.
5.
Fatktor-faktor
yang mempengaruhi terjadinya BBLR
Menurut Maryunani (2013: 316-317) faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi terjadinya bayi
berat lahir rendah yaitu:
a.
Faktor
Ibu
1)
Riwayat
kelahiran prematur sebelumnya
2)
Gizi
saat hamil kurang
3)
Umur
kurang dari 20 tahun atau di atas 35 tahun
4)
Jarak
hamil dan bersalin terlalu dekat
5)
Penyakit
menahun ibu: hipertensi, jantung, gangguan pembuluh darah (perokok)
6)
Perdarahan
antepartum, kelainan uterus dan hidramnion
7)
Faktor
pekerja terlalu berat
8)
Primigravida
b.
Faktor
Kehamilan
Hamil
dengan hidramnion, hamil ganda, perdarahan antepartum, komplikasi hamil seperti
preeklamsia, dan ketuban pecah dini.
c.
Foktor
Janin
Faktor
janin dipengaruhi oleh cacat bawaan, infeksi dalam rahim, kehamilan ganda, dan anomali
kongenital.
d.
Faktor
Kebiasaan
Faktor
kebiasaan yang dapat mempengaruhi terjadinya bayi berat lahir rendah juga dapat
di pengaruhi oleh pekerjaan yang melelahkan dan merokok.
6.
Penanganan
Menurut Kasnah (2014: 8) penanganan bayi
berat lahir rendah yaitu:
a.
Jaga
bayi tetap hangat
Bayi
dimasukkan dalam inkubator dengan suhu yang diatur: bayi berat badan di bawah
2kg 35̊C, dan bayi dengan berat lahir 2kg sampai 2,5kg 34̊C dengan suhu inkubator
diturunkan 1̊C setiap minggu sampai bayi dapat
ditempatkan pada suhu lingkungan sekitar 24-27̊ C.
b.
Makanan
bayi berat lahir rendah
Umumnya
BBLR belum sempurna refleks menghisap dan menelan, kapasitas lambung masih
kecil dan daya enzim pencernaan terutama lipase yang masih kurang. Maka makanan
diberikan dengan pipet sedikit demi sedikit namun lebih sering. Sedangkan pada
bayi small for date sebaiknya kelihatan seperti orang kelaparan, rakus minum
dan makan, Yang harus diperhatikan adalah terhadap kemungkinan terjadinya
pnemonia aspirasi.
c.
Beri
dosis tunggal Vit K 1mg/IM
d.
Beri
hepatitis B 0,5 ml/IM (Dalam usia 12 jam)
e.
Pencegahan
infeksi yaitu beri salep mata tetrasiklin 1%, dan lakukan perawatan tali pusat
secara teratur.
D. Tinjauan
Umum Asuhan Kebidanan
Menurut Mangkuji (2014: 5-8) tinjauan
umum asuhan kebidanan diantaranya meliputi:
1.
Proses
Manajemen Asuhan Kebidanan
a.
Pengertian
Manajemen Asuhan Kebidanan
Manajemen kebidanan adalah suatu metode
pendekatan pemecahan masalah yang digunakan oleh bidan dalam proses pemecahan
masalah dalam pemecahan masalah yang digunakan oleh bidan serta merupakan
metode yang terorganisir melalui tindakan yang logis dalam memberi pelayanan.
b.
Tahapan
Manajemen Asuhan Kebidanan
Proses manajemen kebidanan terdiri dari 7
langkah asuhan kebidanan yang dimulai dengan pengkajian dan analisa data dasar
dan diakhiri dengan evaluasi.
Tahapan dalam proses manajemen asuhan
kebidanan ada tujuh langkah yaitu:
1)
Pengkajian
Analisa Data Dasar
Pengkajian
data dasar yang lengkap untuk menilai keadaan klien. Data ini termasuk data
dasar adalah riwayat kesehatan klien pemeriksaan fisik dan catatan riwayat
kesehatan yang lalu dan sekarang, pemeriksaan laboratorium. Semua data tersebut
di atas harus memberikan informasi saling berhubungan dari sember dan
menggambarkan kondisi ibu yang sebenarnya.
2)
Identifikasi
Diagnosa/Masalah Aktual
Menginterpretasikan
data secara spesifik mengenal diagnosa dan masalah. Kata diagnosa dan masalah
sering digunakan keduanya namun mempunyai pengertian yang berbeda. Masalah
lebih sering berhubungan dengan apa yang dialami oleh seseorang menguraikan
suatu kenyataan yang dirasakan sebagai suatu masalah sedangkan diagnosa lebih
sering diidentifikasi oleh bidan dengan berfokus pada apa yang dikemukakan oleh
ibu secara individual.
3)
Identifikasi
Diagnosa/Masalah Potensial
Pada
tahap ini mengantisipasi masalah potensial yang mungkin terjadi atau yang akan
dialami oleh ibu bila tidak mendapat penanganan yang dilakukan melalui
pengamatan cermat, observasi secara akurat dan persiapan sesuatu yang dapat
terjadi.
4)
Identifikasi
Tindakan Segera/Kolaborasi
Menggambarkan
sifat proses kebidanan secara terus menerus tidak hanya dalam pemberian pelayanan
dasar tetapi bidan dapat melakukan tindakan emergensi sesuai kewenangannya,
kolaborasi maupun konsultasi untuk menyelamatkan ibu atau janinnya. Bidan
mengevaluasi setiap keadaan ibu untuk menentukan tindakan selanjutnya.
5)
Rencana
Asuhan Kebidanan
Pengembangan
suatu rencana tindakan komprehensif yang ditentukan pada langkah sebelumnya,
juga antisipasi diagnosa dan masalah yang disadari atas rasional tindakan yang
relevan yang diakui kebenarannya, sesuai dengan kondisi dan situasi yang
seharusnya dikerjakan atau tidak oleh bidan dan klien, oleh sebab itu,
sebelumnya harus terlebih dahulu didiskusikan dengan klien.
6)
Pelayanan
Tindakan Asuhan Kebidanan
Pelaksanaan
rencana asuhan kebidanan (implementasi) dilaksanakan oleh bidan dan sebagian
dilaksanakan oleh ibu sendiri, bidan dan anggota tim kesehatan lainnya
berdasarkan rencana yang ditetapkan.
7)
Evaluasi
Asuhan Kebidanan
Langkah
akhir kebidanan adalah evaluasi, namun
sebenarnya evaluasi ini dilakukan pada setiap langkah kebidanan. Pada tahap
evaluasi, bidan harus mengetahui keberhasilan asuhan kebidanan yang diberikan
kepada klien.
2.
Pendokumentasian
Manajemen Asuhan Kebidanan
a.
Data
subjektif
Data
subjektif yang merupakan informasi termasuk biodata, mencakup nama, umur,
tempat tinggal, pekerjaan, status perkawinan, pendidikan serta keluhan-keluhan,
diperoleh dari hasil wawancara langsung pada pasien atau dari keluarga dan
tenaga kesehatan lainnya.
b.
Data
objektif
Data
objektif diperoleh dari hasil pemeriksaan fisik mencakup inspeksi, palpasi,
auskultasi dan perkusi serta pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan
laboratorium dan pemeriksaan radio diagnostik.
c.
Analisa
Analisa
merupakan keputusan yang ditegakkan dari hasil perumusan masalah yang mencakup
kondisi tersebut. Penegakan diagnosa kebidanan dijadikan sebagai dasar tindakan
dalam upaya menggulangi ancaman keselamatan pasien atau klien.
d.
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan
merupakan rencana kegiatan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh bidan dalam melakukan intervensi untuk
memecahkan masalah pasien.
Alur
Pikir Bidan
Perencanaan Asuhan Kebidanan
7 Langah
(Varney)
|
5 Langkah (Kompetensi Bidan)
|
Catatan
Soap
|
||
Subjektif
Objektif
|
||||
Data
|
Data
|
|||
Maslah/Diagnosa
|
Pengkajian/Diagnosa
|
|||
Antisipasi masalah
|
Rencana:
1. Konsul
2. Tes
Diagnostik
3. Rujukan
4. Pendidikan/Konseling
5. Tindak
Lanjut
|
|||
Potensial/Diagnosa
|
||||
Lain
|
||||
Menetapkan
|
Analisa/Diagnosa
|
|||
Kebutuhan segera
|
||||
Untuk konsultasi
|
||||
Kolaborasi
|
||||
Perencanaan
|
Perencanaan
|
|||
Implementasi
|
Implementasi
|
|||
Evaluasi
|
Evaluasi
|
Sumber:
Mangkuji B, 2014:9
Gambar
2.1. Keterkaitan Manajemen Kebidanan Dengan Pendokumentasian Asuhan Kebidanan
BAB
III
STUDI
KASUS
Bab ini membahas tentang Asuhan Kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat
Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sinjai meliputi pendekatan
manajemen kebidanan 7 langkah varney meliputi: identifikasi data dasar,
diagnosa/masalah aktual, diagnosa masalah potensial, tindakan
segera/kolaborasi, rencana asuhan, implementasi dan evaluasi.
No.
Register :
09990916
Tanggal
Lahir : 20 Juni 2016 Pukul : 09.30 Wita
Tanggal
Pengkajian : 20
Juni 2016 Pukul : 10.00 Wita
Nama
Pengkaji : A.Handayani
I.
IDENTIFIKASI
DATA DASAR
1. Biodata
Identitas Orang Tua
Nama : Ny.”M”/
Tn.”N”
Umur : 37 Tahun/ 40
Tahun
Nikah : 1 kali/ 17
Tahun
Suku : Bugis/ Bugis
Agama : Islam/ Islam
Pendidikan : SMP/ SD
Pekerjaan : IRT/ Petani
Alamat : Bikeru Kec.
Sinjai Selatan
2.
Data Biologis
a.
Riwayat Kehamilan
1)
G3 P2 A1
2)
HPHT tanggal : 18-09-2015
3)
TP tanggal : 25-06-2016
4)
Ibu memeriksakan
kehamilannya (ANC) 4 kali selama hamil di Puskesma Samaenre Bikeru
a)
Trimester I : Tanggal 07 Maret 2016
b)
Trimester II : Tanggal 09 Mei 2016
c)
Trimester III : Tanggal 11 Juni 2016
5)
Imunisasi TT 2 kali
a)
TT1 : -
b)
TT2 : Tanggal 07 Maret 2016
6)
Penyakit selama hamil : Tidak ada
7)
Pemeriksaan Laboratorium
a)
Hemoglobin (Hb) : 10.2 gr%
b)
Albumin
: ( - )
c)
Reduksi :
( - )
b.
Riwayat Persalinan/kehamilan
Sekarang
1)
Umur Kehamilan : 38-40 Minggu
2)
Tempat Bersalin : Rumah Sakit
3)
Penolong : Dokter
4)
Penyulit Persalinan : Tidak ada
5)
Jenis Persalinan : SC
6)
Tanggal Lahir : 20 Juni 2016
7)
BBL/PBL : 1.900 gram/
40 cm
8)
Kala I
Ibu
masuk tanggal 20 Juni 2016 pukul 08.00 Wita dan merasakan nyeri perut tembus
belakang yang disertai dengan pengeluaran air yang dimulai sejak 19 Juni 2016 pukul 24.00 Wita.
9)
Kala II
Persalinan
SC dengan indikasi ketuban pecah dini (KPD)
10)
Apgar Score
SKOR
|
0
|
1
|
2
|
Menit
|
|
I
|
II
|
||||
A: Appearance
color (Warna Kulit
|
Pucat
|
Badan merah, ekstremitas
biru
|
Seluruh tubuh
kemerah-merahan
|
0
|
1
|
P: Pulse (frekuensi denyut jantung)
|
Tidak
ada
|
Kurang dari 100
|
Di atas 100
|
1
|
1
|
G: Grimace (Reaksi terhadap rangsangan)
|
Tidak
ada
|
Sedikit gerakan mimik
|
Menangis, batuk/bersin
|
1
|
1
|
A: Activity (Tonus otot)
|
Lumpuh
|
Ekstremitas sedikit fleksi
|
Gerakan aktif
|
1
|
1
|
R: Respiration (Usaha bernapas)
|
Tidak
ada
|
Lemah, tidak teratur
|
Menangis kuat
|
1
|
2
|
Jumlah
|
4
|
6
|
|||
c.
Riwayat Pemenuhan Kebutuhan
Dasar
1)
Nutrisi atau cairan
Bayi
belum diberi susu formula atau ASI.
2)
Eliminasi
BAK : 1 kali berwarna kekuningan
BAB : Belum
3)
Personal Hygiene
-
Tali pusat dirawat setelah
lahir
-
Bayi belum dimandikan
d. Riwayat
Pemeriksaan Fisik
1) Keadaan
umum bayi baik
2) Pemeriksaan
Antropometri
a)
BBL : 1.900 gram
b)
PBL : 40 cm
c)
LK : 25 cm
d)
LD : 28 cm
e)
LL : 10 cm
3)
Jenis Kelamin : Laki-laki
4)
Pemeriksaan tanda-tanda
vital
a)
Suhu : 36,5̊C
b)
Pernapasan : 42 kali/menit
c)
Frekuensi jantung : 140 Kali/menit
5)
Pemeriksaan Fisik
a)
Kepala dan wajah
-
Rambut hitam, lembut
-
Tidak ada benjolan
-
Sutura tampak jelas
-
Ubun-ubun belum menutup
-
Simetris kiri dan kanan
b)
Mata
-
Simetris kiri dan kanan
-
Konjungtiva merah muda
-
Tidak ada secret
c)
Hidung
-
Simetris kiri dan kanan
-
Konjungtiva merah muda
-
Tidak ada secret
d)
Telinga
-
Simetris kiri dan kanan
-
Tidak ada serumen
e)
Mulut dan bibir
-
Refleks isap baik
-
Tampak bersih
-
Bibir agak pucat
f)
Leher
-
Tidak ada pembesaran
kelenjar tyroid, tonus otot baik
g)
Dada
-
Gerakan dada tidak seirama
dengan napas bayi
-
Puting susu simetris kiri
dan kanan
h)
Abdomen
-
Tali pusat masih basah dan
tidak berbau
i)
Genitalia dan anus
-
Testis menurun, scrotum
nampak keriput
-
Terdapat lubang anus
j)
Ekstremitas atas dan bawah
-
Tangan : pergerakan aktif,
tidak ada oedema, jari tangan lengkap kiri dan kanan sera refleks menggenggam
baik.
-
Kaki : pergerakan aktif, tidak ada udema, jari kaki lengkap kiri dan
kanan, refleks babysky dan morow baik.
6)
Data Tambahan
Obat-obatan
: Vitamin K 1mg/IM dan tetes mata choloramhenicol 1%, Hepatitis B 0,5 ml/IM
(dalam 12 Jam).
II. IDENTIFIKASI
DIAGNOSA/MASALAH AKTUAL
Diagnosa : BCB/KMK/SC
Ds : HPHT 18-09-2015
Do :- 39 Minggu 6 hari
- Bayi
lahir tanggal 20 juni 2016
- BBL
1.900 gram
- PBL
40 cm
Analisa dan interpretasi
data
Dengan melihat HPHT tanggal 18-09-2015 dan bayi lahir
tanggal 20 Juni 2016 maka masa gestasi ibu 28-40 minggu dengan berat badan lahir 1.900 gram, panjang
badan lahir 40 cm. Namun karena ketuban pecah dini, maka ibu dioperasi. Dimana menandakan
bayi BCB/KMK/SC.
III. ANTISIPASI DIAGNOSA/MASALAH
POTENSIAL
Diagnosa : Potensial terjadi hipotermi
DS : -
DO : Kulit bayi
tampak pucat
BB :
1.900 gram, S : 36,5 ̊C
Bayi terbungkus dan
dirawat dalam inkubator
Kulit
bayi tipis
Analisa dan interpretasi
data:
Hipotermi dapat terjadi pada bayi berat lahir rendah karena
kemampuan untuk mempertahankan panas dan kesanggupan menambah produksi panas
sangat terbatas pada bayi dengan berat badan lahir yang rendah mudah mengalami
hipotermi disebabkan karena pertumbuhan otot-otot yang belum memadai, jaringan
lemak subkutan yang sedikit, luas permukaan tubuh relatif lebih besar
dibandingkan berat badan sehingga lebih mudah kehilangan panas.
IV. TINDAKAN EMERGENSI,
KOLABORASI DAN KONSULTASI
Tidak ada data yang menunjang untuk dilakukannya tindakan
segera atau kolaborasi dengan dokter.
V. RENCANA TINDAKAN
Diagnosa : BCB/KMK/SC
dengan BBLR
1. Tujuan:
a. Kebutuhan
nutrisi ASI terpenuhi/teratasi.
b. Tidak
terjadi hipotermi pada bayi.
2. Kriteria:
a. Kebutuhan
nutrisi ASI yaitu berat badan tidak turun (1.900 gram) bayi kuat mengisap, produksi ASI
lancar.
b. Suhu badan bayi dalam batas normal
(36,5̊C-37,2̊C).
c. Tidak ada tanda-tanda infeksi seperti merah,
bengkak, panas, nyeri dan pengeluaran pus.
3. Intervensi/Rencana Tindakan
1.
Anjurkan ibu untuk memberi ASI ondemand; dengan pemberian ASI secara
ondemand diharapkan berat badan bayi
dapat bertambah.
2.
Timbang berat badan bayi setiap hari; untuk mengetahui sejauh mana
peningkatan berat badan bayi.
3.
Pertahankan suhu tubuh bayi dengan perawatan inkubator dan tetap terbungkus;
untuk mencegah terjadinya hipotermi pada bayi.
4.
Observasi tanda-tanda vital seperti suhu, pernapasan dan frekuensi
jantung; dengan melakukan observasi, maka dapat diketahui keadaan umum bayi
sehingga dapat melakukan tindakan selanjutnya.
5.
Rawatan tali pusat dengan kasa steril; dengan melakukan perawtan tali
pusat secara rutin, maka ini dapat mencegah terjadinya infeksi terhadap bayi.
6.
Ganti pakaian dan popok bayi setiap kali basah; untuk mencegah
terjadinya iritasi pada kulit bayi.
7.
Anjurkan ibu untuk mengomsumsi gizi seimbang; agar nutrisi ibu dan bayi
dapat terpenuhi.
8.
Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan bayi; mencegah terjadinya
infeksi pada bayi dan petugas.
VI.IMPLEMENTASI/PELAKSANAAN TINDAKAN
Tanggal 20 Juni 2016 , Pukul 10.05 Wita
1.
Menganjurkan ibu untuk memberi ASI ondemand; ibu mengerti dan bersedia
untuk memberikan asi secara ondemand pada bayinya.
2.
Menimbang berat badan bayi setiap hari; berat badan bayi telah ditimbang
dengan hasil 1.900 gram.
3.
Mempertahankan suhu tubuh bayi dengan perawatan inkubator dan tetap
terbungkus; bayi telah dirawat dealam tabung inkubator.
4.
Mengobservasi TTV bayi; telah dilakukan observasi ttv setiap 30 menit.
5.
Memberikan vitamin K 0,5 ml/IM; bayi telah diinjeksi dengan vit. K secara
IM pada paha bagian kiri
VII. EVALUASI
Tanggal 20 Juni 2016, Pukul 10. 20 Wita
1.
Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi ASI sudah terpenuhi memantau berat
badan tidak turun (1.900 gram), bayi belum kuat mengisap dan produksi ASI
lancar.
2.
Tidak terjadi hipotermi pada bayi suhu badan 36,6C.
3.
Tidak terdapat tanda-tanda infeksi yaitu merah, bengkak, nyeri dan
mengeluarkan pus.
PENDOKUMENTASIAN
TANGGAL 20 JUNI 2016
IDENTIFIKASI DATA DASAR
Nama : Ny.”M”/ Tn.”N”
Umur
: 37 Tahun/ 40 Tahun
Nikah : 1 kali/ 17 Tahun
Suku : Bugis/ Bugis
Agama : Islam/ Islam
Pendidikan : SMP/ SD
Pekerjaan : IRT/ Petani
Alamat : Bikeru Kec. Sinjai Selatan
A.
DATA SUBJEKTIF (S)
HPHT 18-09-2015 bayi lahir tanggal 20 Juni 2016,
kehamilan ketiga, pernah keguguran satu kali, kunjungan ANC sebanyak 4 kali, pernah
imunisasi TT sebanyak 2 kali terakhir pada bulan Maret 2016 di Puskesmas
Samaenre. Tidak pernah USG sebelumnya, tidak ada riwayat penyakit keturunan dan
menular.
B.
DATA
OBJEKTIF (O)
Frekuensi
Jantung 140 kali/menit, pernapasan 42 kali/menit, suhu 36,5°C, BB 1.900 gram,
PB 40 cm, jenis kelamin laki-laki, tonus otot fleksi sedikit, refleks mengisap
dan menelan baik, ASI sudah mulai lancar, bayi masih dirawat dalam inkubator.
C. ANALISA (A)
BCB/KMK/SC dengan BBLR hari pertama
D. PENATALAKSANAAN (P)
Tanggal 20 Juni 2016 Pukul 10.20 Wita
1. Menganjurkan ibu untuk memberi ASI ondemand;
ibu telah menyusui bayinya.
2. Menimbang berat badan bayi setiap hari; telah
dilakukan penimbangan berat badan bayi.
3. Mempertahankan suhu tubuh bayi dengan
perawatan inkubator dan tetap terbungkus ; bayi telah dibungkus dan telah
dimasukkan ke dalam inkubator.
4. Mengobservasi tanda-tanda vital; Hr 140
kali/menit, pernapasan 42 kali/menit, suhu 36,5°C.
5. Merawat tali pusat dengan kasa steril; telah
dilakukan perawatan tali pusat.
6. Menganjurkan ibu untuk mengomsumsi gizi
seimbang; ibu mengerti dan akan melaksanakannya
PENDOKUMENTASIAN
TANGGAL 21 JUNI 2016
A.
DATA SUBJEKTIF (S)
HPHT
18-09-2015
bayi lahir tanggal 20 Juni 2016, kehamilan ketiga, pernah keguguran satu kali,
kunjungan ANC sebanyak 4 kali, pernah imunisasi TT sebanyak 2 kali terakhir
pada bulan Maret 2016 di Puskesmas Samaenre. Tidak pernah USG sebelumnya, tidak
ada riwayat penyakit keturunan dan menular.
B.
DATA
OBJEKTIF (O)
Frekuensi Jantung 142 kali/menit,
pernapasan 44 kali/menit, suhu 36,7°C, BB 1.900 gram, PB 40 cm, jenis kelamin
laki-laki, tonus otot fleksi sedikit, refleks mengisap dan menelan baik, ASI
sudah mulai lancar, bayi masih dirawat dalam inkubator.
C.
ANALISA (A)
BCB/KMK/SC dengan BBLR hari kedua
D.
PENATALAKSANAAN (P)
Tanggal 21 Juni 2016 Pukul 08.40 Wita
1.
Menganjurkan ibu untuk memberi ASI ondemand; ibu telah menyusui bayinya.
2.
Menimbang berat badan bayi setiap hari; telah dilakukan penimbangan
berat badan bayi dengan berat badan terakhir 1.900 gram.
3.
Mempertahankan suhu tubuh bayi dengan perawatan inkubator dan tetap
terbungkus ; bayi masih dirawat dalam inkubator.
7. Mengobservasi tanda-tanda vital; Hr 142
kali/menit, pernapasan 44 kali/menit, suhu 36,7°C.
8. Merawat tali pusat dengan kasa steril; telah
dilakukan perawatan tali pusat.
PENDOKUMENTASIAN
TANGGAL 22 JUNI 2016
A.
DATA SUBJEKTIF (S)
Bayi masih dirawat dalam inkubator, diberi ASI secara ondemand, refleks mengisap
baik serta ASI sudah mulai lancar.
B. DATA OBJEKTIF (O)
Frekuensi Jantung 142 kali/menit,
pernapasan 46 kali/menit, suhu 36,6°C, BB 2.000 gram, PB 40 cm, refleks
mengisap dan menelan baik, ASI sudah mulai lancar, bayi masih dirawat dalam
inkubator.
C.
ANALISA (A)
BCB/KMK/SC dengan BBLR hari ketiga
D.
PENATALAKSANAAN (P)
Tanggal 22 Juni 2016 Pukul 08.30 Wita
1.
Mencuci tangan sebelum kontak dengan bayi; telah dilakukan cuci tangan.
2.
Menimbang berat badan bayi; telah dilakukan penimbangan dengan berat
badan 2.000 gram.
3.
Mengobservasi tanda-tanda vital bayi; Hr 142 kali/menit, pernapasan 46
kali/menit, suhu 36,6°C.
4.
Mengingatkan ibu untuk
mengkomsumsi gizi seimbang; ibu mengerti dan bersedia melakukan yang telah di
sarankan
5.
Memberikan HE tentang pentingnya pemberian ASI bagi bayi dan teknik
menyusui yang benar; ibu bersedia akan melakukan apa yang telah disampaikan.
BAB IV
PEMBAHASAN
Bab ini penulis akan menguraikan kesesuaian dan
kesenjangan antara teori (tinjauan pustaka) kasus studi dengan asuhan kebidanan
bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir
Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sinjai tanggal 20-22 Juni
2016. Dalam membahas Bayi Berat Lahir
Rendah, penulis akan membahas berdasarkan pendekatan asuhan kebidanan dengan
tujuh langkah varney, yaitu:
A. IDENTIFIKASI DATA DASAR
Pengkajian dimulai dari pengumpulan
data melalui anamnese serta data-data yang ditemukan saat melakukan pemeriksaan
fisik dengan menggunakan inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi untuk
mendukung dalam menegakkan diagnosa.
Tinjauan pustaka disebutkan bahwa
bayi yang dinyatakan bayi berat lahir rendah (BBLR), adalah bayi yang lahir dengan berat badan
lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. (Nugroho, 2015),
sedangkan pada kasus By.”M” data yang didapatkan bayi lahir dengan berat badan
1.900 gram.
Dengan demikian antara teori dan
studi kasus By.”M” sejalan dan tidak terdapat kesenjangan.
B. MERUMUSKAN DIAGNOSA/MASALAH
AKTUAL
Menegakkan suatu diagnosa atau
masalah kebidanan berdasarkan pendekatan asuhan kebidanan didukung oleh
beberapa data baik subjektif maupun objektif yang diperoleh dari hasil
pengkajian yang dilakukan.
Tinjauan teori, menurut Nugroho
(2015) dijelaskan bahwa bayi berat lahir rendah
adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa
memandang masa kehamilan.
Studi kasus By.”M” hasil pemeriksaan
fisik yang menunjang yaitu: berat badan lahir 1.900 gram panjang badan 40 cm
lingkar dada 28 cm lingkar kepala 25 cm. Dengan demikian tidak ada kesenjangan
antara teori dan kasus By.”M” yang ditemukan pada saat penelitian.
C. MERUMUSKAN DIAGNOSA/MASLAH
POTENSIAL
Berdasarkan teori dijelaskan
Yurniati (2013), perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir diantaranya
perubahan metabolisme karbohidrat, suhu tubuh, pernapasan, sirkulasi, alat
pencernaan, hati, dan ginjal. Namun yang paling rentang terjadi pada bayi BBLR
yaitu Hipotermi sehingga perlu diperhatikan agar tidak terlalu banyak
kehilangan panas dan cepat dipertahankan.
Kasus By.”M” yang dikaji setelah
lahir ditemukan masalah potensial terjadinya hipotermi. Dengan demikian tidak
ada kesenjangan antara teori dan kasus By.”M” yang ditemukan pada saat
penelitian.
D. MELAKSANAKAN TINDAKAN
KOLABORASI
Berdasarkan teori dijelaskan
Yurniati (2013), perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir diantaranya
perubahan metabolisme karbohidrat, suhu tubuh, pernapasan, sirkulasi, alat
pencernaan, hati, dan ginjal. Namun yang paling rentang terjadi pada bayi BBLR
yaitu Hipotermi sehingga perlu diperhatikan agar tidak terlalu banyak kehilangan
panas dan cepat dipertahankan.
Pada kasus By.”M” yang dikaji
setelah lahir sehingga dilakukan tindakan perawatan dalam inkubator dengan
demikian tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus By.”M” yang ditemukan
pada saat penelitian.
E. RENCANA TINDAKAN ASUHAN
KEBIDANAN
Menurut Kasnah (2014) bahwa rencana
penanganan yang dilakukan pada bayi BBLR adalah menjaga bayi tetap hangat,
pemberian makanan atau intake ASI yang adekuat dan dilakukan perlindungan
terhadap infeksi.
Membuat rencana tindakan ditentukan
tujuan dan kriteria yang akan
dicapai dalam menerapkan asuhan kebidanan pada By.”M” dengan rumusan masalah
aktual dan diagnosa sesuai dengan teori yang dimana asuhan kebidanan
dikembangkan berdasarkan pada rencana tindakan sesuai dengan masalah aktual dan
potensial pada By.”M” yaitu: lanjutkan perawatan bayi dalam inkubator, anjurkan
ibu memberi ASI sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi, observasi TTV, lakukan
perawatan tali pusat, lakukan pencegahan infeksi, ganti pakaian atau popok bayi
setiap kali basah, memantau tanda-tanda bahaya dan timbang berat badan bayi.
Dengan demikian tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus By.”M” yang
ditemukan pada saat penelitian.
F. TINDAKAN ASUHAN KEBIDANAN
Menurut
Kasnah (2014) bahwa rencana penanganan yang dilakukan pada bayi BBLR adalah
menjaga bayi tetap hangat, pemberian makanan atau intake ASI yang adekuat dan
dilakukan perlindungan terhadap infeksi.
Tahap ini pelaksanaan asuhan
kebidanan pada By.”M”, penulis tidak menemukan permasalahan yang berarti, hal
ini ditunjang oleh ibu dan keluarganya yang kooperatif dalam menerima semua
anjuran dan tindakan yang diberikan, sehingga semua rencana tindakan asuhan
kebidanan telah dilaksanakan yaitu: melanjutkan perawatan bayi dalam inkubator,
menganjurkan ibu memberi ASI sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi,
mengobservasi TTV, perawatan tali pusat,
pencegahan infeksi, ganti pakaian atau popok bayi setiap kali basah,
memantau tanda-tanda bahaya dan menimbang berat badan bayi.
G.
EVALUASI ASUHAN KEBIDANAN
Evaluasi
merupakan langkah akhir proses manajemen kebidanan keberhasilan dan ketepatan
tindakan terdapat dalam tahap ini. Pada kasus ini setelah dilakukan perawatan,
maka potensial terjadinya hipotermi dapat dicegah.
BAB V
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Setelah
mempelajari teori, konsep dan prinsip-prinsip penatalaksanaan Bayi Berat Lahir
Rendah dan pengalaman langsung dari studi kasus dengan Bayi Berat Lahir Rendah
pada By.”M” Maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1.
Pengkajian data By.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah lahir tanggal 20
Juni 2016 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sinjai dengan berat badan lahir
1.900 gram.
2.
Asuhan kebidanan mengidentfikasi diagnosa pada By.”M” berdasarkan BCB
dengan masalah aktual BBLR.
3.
Asuhan kebidanan mengidentifikasi masalah potensial yang mungkin akan
terjadi pada By.”M” berdasarkan pengumpulan data, pengamatan yang cermat dan
observasi yang akurat adalah antisipasi terjadinya hipotermi.
4.
Kasus By.”M” dilakukan tindakan segera/kolaborasi sesuai kondisi klien
yaitu hangatkan bayi untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat agar tidak terjadi
hipotermi.
5.
Pada kasus By.”M” rencana asuhan kebidanan yaitu: lanjutkan perawatan
bayi dalam inkubator, anjurkan ibu untuk memberi ASI sesering mungkin sesuai kebutuhan
bayi, observasi TTV, rawatan tali pusat, cegahan infeksi, ganti pakaian atau
popok bayi setiap kali basah, memantau tanda-tanda bahaya dan menimbang berat
badan bayi.
6.
Pada kasus By.”M”
implementasi yaitu: melanjutkan perawatan bayi dalam inkubator, menganjurkan
ibu memberi ASI sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi, mengobservasi TTV,
perawatan tali pusat, pencegahan
infeksi, ganti pakaian atau popok bayi setiap kali basah, memantau tanda-tanda
bahaya, menimbang berat badan bayi.
7.
Pada evaluasi hasil pelaksanaan asuhan ditemukan keadaan Bayi Berat
Lahir Rendah teratasi dengan melakukan perawatan bayi dengan menjaga kehangatan
bayi serta memberi nutrisi pada bayi.
8.
Pendokumentasian sangat penting dilaksanakan pada setiap tahap dan
proses manajemen kebidanan karena hal ini merupakan tangung jawab dan tanggung
gugat bidan terhadap asuhan kebidanan yang telah diberikan kepada pasien.
B.
SARAN
1.
Bagi Petugas Kesehatan (Profesi Kebidanan)
a.
Untuk dapat mencegah bayi berat lahir rendah ini hendakya diterapkan
pengawasan dan penanganan pada ibu hamil yang lebih ketat utamanya yang
beresiko tinggi dengan berpedoman pada standar pelayanan kebidanan yang
berlaku.
b.
Penerapan manajemen asuhan kebidanan dalam memberikan pelayanan di
masyarakat perlu ditingkatkan, mengingat tingkat kesakitan serta kematian bayi dapat ditekan seminimal
mungkin melalui penemuan dan penanganan komplikasi secara dini.
2.
Bagi Institusi
Dapat meningkatkan mutu pendidikan serta
kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan guna menghasilkan tenaga kesehatan yang
profesional dan berdedikasi.
3.
Bagi Pemerintah
a.
Pemerintah hendaknya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang
memadai bagi tenaga kesehatan agar dapat memperoleh keterampilan dan
pengetahuan secara maksimal dan menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional.
b.
Pemerintah hendaknya berupaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan
yang bermutu dan terjangkau demi terciptanya pelayanan kesehatan yang
berkualitas.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
EDICARD PENGANMBILAN DATA




















Pragmatic Play launches casino games with Multipliers of Multipliers
BalasHapusPragmatic 통영 출장안마 Play, 안산 출장샵 the leading 군산 출장마사지 content provider to 삼척 출장샵 the iGaming industry, today launched Multipliers of Multipliers of 동해 출장안마 Multipliers™, an online