ASUHAN KEBIDANAN BAYI Ny.”M” DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SINJAI TANGGAL 20-22 JUNI 2016

ASUHAN KEBIDANAN BAYI Ny.”M” DENGAN BAYI
BERAT LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KABUPATEN SINJAI
TANGGAL 20-22 JUNI 2016







KARYA TULIS ILMIAH



Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat dalam Menyelesaikan Pendidikan
di Program Studi Kebidanan Akbid Madani Kabupaten Sinjai



OLEH




A.HANDAYANI
13.66.002






PROGRAM STUDI D III ILMU KEBIDANAN
AKADEMI KEBIDANAN MADANI
KABUPATEN SINJAI
TAHUN 2016


Add caption










ABSTRAK


A.HANDAYANI NIM : 13.66.002, Asuhan Kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Tanggal 20-23 Juni 2016, Lima Bab + 51 halaman + 10 buku + 3 jurnal tahun 2011-2016, dibimbing oleh Hj.Ratnawati Muin, S.ST., M.Kes dan Kamrianti Ramli S.Pd., M.Pd.
Menurut World Health Organization (WHO), kejadian BBLR pada tahun 2014-2016 tertinggi di Filipina 20%, menyusul kemudian Myanmar 15% dan Laos 14%, sedangkan yang terendah di Singapura 8%, menyusul kemudian Thailand dan Vietnam sebesar 9% sedangkan di Indonesia kejadian bayi berat lahir rendah yaitu 7,5%. Angka ini lebih besar dari target BBLR yang ditetapkan pada sasaran program perbaikan gizi menuju indonesia sehat yakni 7%.
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan.
Study kasus Bayi Ny.”M” hasil pemeriksaan fisik yang menunjang yaitu: berat badan lahir 1.900 gram, panjang badan 40 cm, lingkar kepala 25 cm,lingkar dada28 cm,lingkar lengan10 cm.

Kata Kunci : Bayi, Berat, Lahir, Rendah            






  





KATA PENGANTAR



       Puji dan syukur Kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa atas Segala Berkat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini sebagai salah satu syarat menyelesaikan  pendidikan Diploma III di Akademi Kebidanan Madani Sinjai dengan judul:  “Asuhan Kebidanan Bayi Ny.”M” Dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sinjai, Tanggal 20-22 Juni 2016”
       Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini, tidak terlepas dari berbagai hambatan dan kesulitan. Namun atas dukungan, bimbingan serta motivasi dari berbagai pihak, sehingga proposal karya tulis ilmiah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Oleh karena itu, penulis dengan tulus ikhlas menyampaikan ucapan terima kasih  kepada:
1.    Ibu Hj. Ratnawati Muin, S.ST., M.Kes, selaku pembimbing I dan Ibu Kamrianti Ramli, S.Pd., M.Pd, selaku pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya untuk membimbing penulis sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan.
2.    dr. H. Alimuddin, SP.OG, selaku penguji yang senantiasa bersedia menguji sejauh mana kemampuan penulis dalam menguasi Karya Tulis Ilmiah yang telah dibuat.
3.    Ibu Fajeriati, Amd.Keb, selaku Ketua Program Studi Kebidanan Madani Sinjai.
4.    Ibu Sriwahyuni, S.ST, selaku Direktur  Akademi Kebidanan Madani Sinjai beserta para staf yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk belajar di kampus Akademi Kebidanan Madani Sinjai.
5.    Bapak Andi Erfan Askani.,S.IP. Selaku Ketua Yayasan Enam-Enam Makassar yang telah menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan Akademi Kebidanan Madani Sinjai.
6.    Bapak/Ibu Dosen Akademi Kebidanan Madani Sinjai yang telah memberikan bimbingan, arahan dan keterampilan yang bermanfaat selama penulis mengikuti pendidikan.
7.    Para staf di RSUD Kab. Sinjai yang telah memberikan izin dalam pengambilan data.
8.    Terkhusus dan teristimewa pada akhirnya penulis haturkan sembah sujud dan terima kasih kepada kedua orang tuaku tercinta,  ibundaku Alm. Andi Yuliana dan Ayahandaku Andi Paping yang telah mengasuh, melindungi, mendidik, dan membimbing penulis, serta memenuhi kebutuhan dalam menyelesaikan studi.
9.    Rekan-rekan seperjuangan yang mengikuti pendidikan di Akademi Kebidanan Madani Sinjai yang selalu mendukung dan menjadi penyemangatku.
       Penulis menyadari bahwa setiap insan mempunyai kelebihan dan kekurangan demikian juga dengan penulis. Oleh karena itu, penulis dengan hati terbuka akan menerima saran dan masukan dari berbagai pihak yang sifatnya konstruktif demi kesempurnaan karya tulis ilmiah ini, agar nantinya lebih bermanfaat bagi pengembanagan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu kebidanan pada khususnya.
       Akhir kata semoga karya tulis ilmiah ini bermanfaat bagi penulis dan pembacanya yang lain. Amin.........


Sinjai,      Juni  2016


A.HANDAYANI
Nim: 13.66.002





BIODATA PENULIS

I   IDENTITAS
Nama                                              : A. HANDAYANI
Nim                                                 : 13.66.002
Jenis Kelamin                                 : Perempuan
Tempat/Tanggal Lahir                     : Sinjai, 31 Maret 1995
Suku/Bangsa                                  : Bugis/Indonesia
Agama                                            : Islam
Alamat                                            : Desa Aarabika, Kec. Sinjai Barat
       RIWAYAT PENDIDIKAN
1.    Tamat SD NEGERI NO.97 Arango, Sinjai Barat Tahun 2007
2.    Tamat SMP NEGERI 2 Sinjai Barat, Tahun 2010
3.    Tamat SMA NEGERI 1 Sinjai Barat, Tahun 2013
4.    Sementara menyelesaikan pendidikan D III Akademi Kebidanan Madani Sinjai Tahun 2013-sekarang.
    RIWAYAT ORGANISASI
1.    KSR-PMI UNIT 103 Akademi Kebidanan Madani Sinjai sebagai sekretaris umum Periode 2014-2015.
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.........................................................................
i
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING.....................................
ii
LEMBAR PENGESAHAN..............................................................
iii
LEMBAR PERNYATAAN...............................................................
Iv
ABSTRAK......................................................................................
v
KATA PENGANTAR......................................................................
vi
BIODATA PENULIS.......................................................................
ix
DAFTAR ISI....................................................................................
x
DAFTAR TABEL............................................................................
xiii
DAFTAR GAMBAR........................................................................
xiv
DAFTAR SINGKATAN...................................................................
xv
DAFTAR LAMPIRAN.....................................................................
xvii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................
1
A.   Latar Belakang.....................................................................
1
B.   Ruang Lingkup Penulisan....................................................
4
C.   Tujuan Penulisan..................................................................
4
D.   Manfaat Penulisan................................................................
6
E.   Sistematika Penulisan..........................................................
6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................
9
A.   Tinjauan Tentang Persalinan...............................................
9
1.    Pengertian Persalinan.....................................................
9
2.    Jenis-jenis Persalinan.....................................................
9
3.    Sebab-sebab Mulainya Persalinan.................................
10
4.    Faktor yang Mempengaruhi Persalinan..........................
11
5.    Tahapan Persalinan........................................................
12
B.   Tinjauan Tentang Bayi Baru Lahir........................................
13
1.    Pengertian Bayi Baru Lahir Normal................................
13
2.    Ciri-ciri Bayi Baru Lahir Normal.......................................
13
3.    Ciri-ciri Bayi Baru Lahir Abnormal...................................
15
C.   Tinjauan Tentang Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)............
17
1.    Pengertian BBLR............................................................
17
2.    Insiden ...........................................................................
17
3.    Etiologi ...........................................................................
17
4.    Patofisiologi ....................................................................
 18
5.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya BBLR......
19
6.    Penanganan ...................................................................
20
D.   Tinjauan Umum Asuhan Kebidanan.....................................
21
1.    Proses Manajemen Asuhan Kebidanan..........................
21
2.    Pendokumentasian Manajemen Asuhan Kebidanan....
24
BAB III STUDI KASUS...................................................................
27
A.   Identifikasi Data Dasar.........................................................
27
B.   Identifikasi Diagnosa/Masalah Aktual...................................
33
C.   Identifikasi Diagnosa/Masalah Potensial..............................
34
D.   Tindakan Emergensi, Kolaborasi dan Konsultasi................
35
E.   Rencana Tindakan...............................................................
35
F.    Pelaksanaan Tindakan.........................................................
36
G.   Evalusai ...............................................................................
37
Pendokumentasian ..............................................................
38
BAB IV PEMBAHASAN.................................................................
44
A.   Identifikasi Data Dasar.........................................................
44
B.   Merumuskan Diagnosa/Masalah Aktual...............................
45
C.   Merumuskan Diagnosa/Masalah Potensial..........................
45
D.   Melaksanakan Tindakan Kolaborasi....................................
46
E.   Rencana Tindakan Asuhan Kebidanan................................
46
F.    Tindakan Asuhan Kebidanan...............................................
47
G.   Evaluasi Asuhan Kebidanan................................................
48
BAB V PENUTUP...........................................................................
49
A.   Kesimpulan ..........................................................................
49
B.   Saran ...................................................................................
50
DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN







DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 : Nilai Apgar............................................................................. 16






DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 :
Keterkaitan Manajemen Kebidanan dengan Pendokumentasian Asuhan Kebidanan....................... 26

 

DAFTAR SINGKATAN
ANC                          : Antenatal Care
ASI                            : Air Susu Ibu
BBL                           : Berat Badan Lahir
BBLR                        : Berat Badan Lahir Rendah
BCB                          : Bayi Cukup Bulan
By                              : Bayi
Cm                            : Centi meter
G3P2A1                   : Gestasi 3 Partus 2 Abortus 1
gr                               : gram
Hb                             : Hemoglobin
HE                             : Hal Education
HPHT                        : Hari Pertama Haid Terakhir
HR                             : Heart Rate
IM                              : Intramuscular
KPD                          : Ketuban Pecah Dini
Kg                              : Kilo gram
LD                             : Lingkar Dada
LK                              : Lingkar Kepala
LL                              : Lingkar Lila
Mg                             : Milligram
Ml                              : Milliliter
P                                : Pernapasan
PBL                           : Panjang Badan Lahir
S                                : Suhu
SC                             : Sectio Caesaria
SMK                          : Sesuai Masa Kehamilan
Tn                              : Tuan
TP                              : Taksiran Persalinan
TT                              : Tetanus Toksoid
TTV                           : Tanda-tanda Vital
USG                          : Ultrasonografi
WHO                         : Word Health Organization
%                               : Persen
°C                              : Derajat Celsius





DAFTAR LAMPIRAN
         I.        Permohonan judul proposal kepada direktur Akbid Madani Sinjai.
       II.        Permohonan persetujuan judul proposal kepada Pembimbing I dan II.
      III.        Permohonan pengantar pengambilan data awal kepada Kepala Unit LP2M.
     IV.        Rekomendasi pengambilan  data awal kepada Direktur RSUD Sinjai Kab. Sinjai.
      V.        Lembar koordinasi pengambilan data awal.
     VI.        Lembar konsultasi proposal.
    VII.        Rekomendasi Penelitian Kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Kab. Sinjai.
  VIII.        Izin penelitian Kepada Direktur RSUD Kab. Sinjai.
     IX.        Lembar koordinasi penelitian.
      X.        Surat keterangan telah melaksanakan penelitian.
     XI.        Lembar konsultasi Karya Tulis Ilmiah

    XII.        Id card pengambilan data awal dan penelitian.
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
       Kematian bayi di Indonesia berkisar 7,7 juta setiap tahun lebih dari 10 terjadi pada waktu perinatal atau usia di bawah satu bulan. Tiga perempat dari kematian ini terjadi pada minggu pertama kehidupan. Lebih jauh, untuk setiap bayi baru lahir meninggal, terjadi pula 1 lahir mati. Penyebab kematian adalah asfiksia, trauma kelahiran, infeksi, prematuritas, kelainan bawaan, dan sebab-sebab lain. Jika tidak meninggal, keadaan ini akan meninggalkan masalah bayi dengan cacat (Prawirohardjo, 2012:102).
       Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan.  Penyebab terjadinya bayi BBLR secara umum bersifat multifaktorial baik itu dari faktor ibu, faktor plasenta, faktor janin maupun faktor yang lain. Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal (Nugroho, 2015)
      Menurut WHO kejadian bayi berat lahir rendah dalam tahun 2014-2016 tertinggi di Philipina 20%, menyusul kemudian Myanmar 15% dan Laos 14%, sedangkan yang terendah di Singapura 8%, menyusul kemudian Thailand dan Vietnam sebesar 9% sedangkan di Indonesia kejadian bayi berat lahir rendah yaitu 7,5%. Angka ini lebih besar dari target BBLR yang ditetapkan pada sasaran program perbaikan gizi menuju indonesia sehat yakni 7% (Anonim, 2016).
       Berdasarkan survei lainnya, yaitu Riset Departemen Kesehatan 2016, di negara-negara berkembang kematian bayi baru lahir (neonatus) merupakan penyumbang kematian terbesar pada tingginya angka kematian balita (AKB). Setiap tahun sekitar 20 bayi per 1.000 kelahiran hidup terenggut  nyawanya dalam rentang waktu 0-12 hari pasca kelahirannya. Parahnya dalam rentang tahun 2014-2016 (data terakhir), angka neonatus tidak pernah mengalami penurunan. Penyebab kematian terbanyak pada periode ini, menurut Depkes, disebabkan oleh sepsis (infeksi sistemik), kelainan bawaan dan infeksi saluran pernapasan atas yang pada umumnya terjadi pada bayi berat lahir rendah (Dewiyanti, 2015).
      Selaras dengan target pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), tahun 2015 sebesar 3 per 1.000 kelahiran hidup maka masih perlu kerja keras untuk mencapainya (Latifah, 2015)
      Kejadian bayi berat lahir rendah di Indonesia tahun 2014 yaitu 14% atau 710.000 dari 5 juta bayi lahir per tahun. Sedangkan menurut Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) tahun 2015 terdapat 7,5% atau 355.000 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (Depkes RI, 2015).
      Menurut data dari dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2014, jumlah bayi yang lahir dengan bayi berat lahir rendah sekitar 1.700 per 113.782 kelahiran hidup (1,49%) bayi lahir yang lahir mati diakibatkan oleh bayi berat lahir rendah sekitar 741 per 114.523 kelahiran (0,65%). Sedangkan pada tahun 2015 jumlah bayi lahir dengan berat badan lahir rendah yaitu 1,36% dari jumlah bayi lahir (Anonim, 2016).
      Data dari Dinas Kesehatan  Kabupaten Sinjai didapatkan data jumlah bayi kelahiran hidup 4.281 dengan jumlah bayi berat lahir rendah 223 (5,20%). Dan jumlah kematian bayi baru lahir di Kabupaten Sinjai 36 di tahun 2014 karena berat badan lahir rendah, di tahun 2015 3 bayi berat lahir rendah yang meninggal (Anonim, 2016).
       Bagian pencatatan dan pelaporan di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tahun 2014 didapatkan 1.064 jumlah kelahiran hidup, dengan jumlah kejadian bayi berat lahir rendah 237 (21,9%). Pada tahun 2015 didapatkan 1.654 jumlah kelahiran hidup, dengan jumlah kejadian bayi berat lahir rendah 394(23,8%). Pada tahun 2016 dari bulan Januari-April didapatkan jumlah kelahiran hidup 353 bayi dan 62 (17,5%) bayi yang tergolong bayi berat lahir rendah. Hal ini menunjukkan bahwa target MDGs belum terpenuhi (RSUD Sinjai, 2016).


       Sehubungan dengan permasalahan tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk membuat karya tulis ilmiah dengan mengangkat judul “Asuhan Kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016 dengan menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan kewenangan bidan.
B.   Ruang Lingkup Penulisan
      Ruang lingkup penulisan dalam karya tulis ini adalah “Asuhan Kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016”.
C.   Tujuan Penulisan
1.    Tujuan Umum
Melaksanakan Asuhan Kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016 dengan menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan kewenangan bidan.
2.    Tujuan Khusus
a.    Melakukan identifikasi data dasar Bayi Ny.”M”  dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
b.    Merumuskan diagnosa/masalah aktual Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
c.    Merumuskan diagnosa/masalah potensial Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
d.    Melakukan tindakan segera dan kolaborasi guna pemecahan masalah Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
e.    Melakukan intervensi/rencana asuhan kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
f.     Melakukan pelaksanaan asuhan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
g.    Melakukan evaluasi asuhan kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
h.    Melakukan pendokumentasian tindakan asuhan kebidanan  yang telah dilaksanakan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Kabupaten Sinjai Pada Tanggal 20-22 Juni 2016.
D.   Manfaat Penulisan
       Hasil penelitian kasus ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut :
1.    Manfaat Praktis
Salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Diploma III Kebidanan di Akademi Kebidanan Madani Sinjai.
2.    Manfaat Ilmiah
Karya tulis ilmiah ini dapat menjadi sumber informasi dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan.
3.    Manfaat Institusi
Sebagai bahan masukan bagi rekan Mahasiswa Diploma III Kebidanan Madani Sinjai pada penyusunan Karya Tulis Ilmiah berikutnya.
4.    Bagi Penulis
Menambah wawasan dan pengalaman dalam penerapan Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir dengan Masalah BBLR.
E.   Sistematika Penulisan
       Studi kasus ini terdiri dari 5 bab dan disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
B.   Ruang Lingkup Penulisan
C.   Tujuan Penulisan
1.    Tujuan Umum
2.    Tujuan Khusus
D.   Manfaat Penulisan
E.   Sistematika Penulisan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A.   Tinjauan Tentang Persalinan
B.   Tinjauan Tentang Bayi Baru Lahir
C.   Tinjauan Tentang Bayi Berat Lahir Rendah
D.   Proses Manajemen Asuhan Kebidanan
BAB III STUDI KASUS
A.   Pengkajian dan Analisa Data Dasar
B.   Identifikasi Diagnosa/Masalah Aktual
C.   Identifikasi Diagnosa/Masalah Potensial
D.   Identifikasi Perlunya Tindakan Segera/Kolaborasi deangan Dokter
E.   Rencana Tindakan Asuhan Kebidanan
F.    Pelaksanaan Tindakan Asuhan Kebidanan
G.   Evaluasi Hasil Asuhan Kebidanan
H.   Pendokumentasian Hasil Asuhan Kebidanan (SOAP)
BAB IV PEMBAHASAN
Pada Bab ini penulis akan menguraikan permasalahan dan kesenjangan antara teori dan praktik asuhan kebidanan yang telah dilaksanakan pada bab sebelumnya.
BAB V PENUTUP
A.   Kesimpulan
B.   Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.   Tinjauan Tentang Persalinan
1.    Pengertian Persalinan
a.    Persalinan adalah proses pengeluaran (kelahiran) hasil konsepsi yang dapat hidup di luar uterus melalui vagina ke dunia luar. Proses tersebut dapat dikatakan normal  atau spontan jika bayi yang dilahirkan berada pada posisi letak belakang kepala dan berlangsung tanpa bantuan alat-alat atau pertolongan, serta tidak melukai ibu dan bayi (Sondakh, 2013:2).
b.    WHO (World Health Organization) mendefenisikan persalinan normal  adalah persalinan dengan presentase janin belakang kepala yang berlangsung secara spontan dengan lama persalinan dalam batas normal, beresiko rendah sejak awal persalinan hingga partus dengan masa gestasi 37-42 minggu (Indrayani, 2013:35).



2.    Jenis-jenis Persalinan
      Menurut Sofian (2012: 69-70) jenis-jenis persalinan terdiri atas:
a.    Persalinan normal adalah proses lahirnya bayi dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat, serta tidak melukai ibu dan bayi, yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.
b.    Persalinan buatan atau abnormal adalah persalinan pervaginam dengan bantuan alat-alat seperti porsep, vacum atau melalui dinding perut dengan sectio caesarea.
c.    Persalinan anjuran adalah persalinan yang berlangsung setelah pemberian oksitosin melalui cairan infus (induksi).
d.    Persalinan lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primigravida dan 18 jam pada multigravida yang disertai dengan komplikasi ibu maupun janin yang diantaranya disebabkan kelainan letak janin, kelainan panggul, kelainan his, serta cara mengedan yang salah.
3.    Sebab-sebab Mulainya Persalinan
       Menurut Indrayani (2013: 45-46) sebab-sebab mulainya persalinan dapat dipengaruhi oleh faktor hormon, yang diantaranya:
a.    Estrogen
     Meningkatkan sensitivitas otot rahim, memudahkan penerimaan rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitosin, prostaglandin dan rangsangan mekanis.
b.    Progesteron
      Hormon ini dapat menurunkan sensitivitas otot rahim serta menyulitkan penerimaan rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitosin, prostaglandin, rangsangan mekanis dan dapat menyebabkan otot rahim dan otot polos relaksasi.
      Pada masa kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron berada pada kondisi yang seimbang sehingga kehamilan dapat dipertahankan. Dengan bertambahnya usia kehamilan, terjadi perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron yang memicu hipofisis posterior mengeluarkan oksitosin.
4.    Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan
       Menurut Indrayani (2013: 62-89) ada 3 faktor utama yang dapat mempengaruhi persalinan yaitu:
a.    Passage Way
      Passage way merupakan jalan lahir dalam persalinan berkaitan keadaan segmen atas dan segmen bawah rahim pada persalinan.
b.    Passanger
       Passanger adalah janin yang bergerak sepanjang jalan lahir akibat interaksi beberapa faktor diantaranya: Ukuran kepala janin, presentasi, letak, sikap dan posisi janin karena plasenta dan air ketuban juga harus melewati jalan lahir, maka dianggap sebagai passanger yang menyertai janin.
c.    Power
       Power adalah kekuatan yang mendorong janin keluar yang terdiri dari his dan tenaga mengejan.
5.    Tahapan Persalinan
       Menurut Pranoto (2013: 5-7) tahapan persalinan terdiri atas empat yaitu:
a.    Kala I (Kala Pembukaan)
Kala I dimulai dari adanya pembukaan serviks sampai pembukaan lengkap (10 cm). Proses ini terbagi dalam 2 fase, yakni fase yang berlangsung selama 8 jam, serviks membuka sampai 3 cm, dan fase aktif berlangsung selama 7 jam, serviks membuka dari 4 cm sampai 10 cm. Kontraksi lebih kuat dan sering. Proses ini terjadi pada primigravida ataupun multigravida, tetapi pada multigravida memiliki jangka waktu yang lebih pendek. Pada primigravida, kala I berlangsung 12 jam, sedangkan pada multigravida berlangsung selama 8 jam.
b.    Kala II (Kala Pengeluaran Janin)
Kala II adalah kala pengeluaran janin, dimulai dari pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi. Masalah yang dapat terjadi pada kala II yaitu distosia bahu, adanya lilitan tali pusat pada leher bayi dan lain-lain.
c.    Kala III (Pengeluaran Plasenta)
Kala III adalah kala pengeluaran plasenta yaitu setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit. Kala ini merupakan tahap berbahaya bagi ibu karena perdarahan post partum primer (Post Partum Hemoragik) yang menyebabkan mortalitas maternal dan kesalahan manajemen kala III meningkatkan PPH. Adapun penyebab Post Partum Hemoragik terjadi, yaitu Atonia Uteri, Plasenta Tertinggal, Trauma, Gangguan Kogulasi darah.
d.    Kala IV (Kala Pengawasan)
Kala IV adalah kala pengawasan yang dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum.
B.   Tinjauan tentang Bayi Baru Lahir
1.    Pengertian Bayi Baru Lahir Normal
       Bayi baru lahir (BBL) normal adalah bayi yang lahir diatas  37 minggu dengan berat badan lahir diatas 2.500 gram. Perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir diantaranya perubahan metabolisme karbohidrat, perubahan suhu tubuh, perubahan pernapasan, sirkulasi, alat pencernaan, hati, ginjal dan alat  lainnya mulai berfungsi. Selain itu pada sistem tubuh lainnya juga terjadi perubahan walaupun tidak jelas terlihat (Yurniati, 2013:1).


2.    Ciri-ciri bayi baru lahir normal
       Menurut Prawirohardjo (2012: 414-415) ciri-ciri bayi baru lahir normal diantaranya:
a.    Lahir aterm (> 37 minggu)
b.    Berat badan > 2500 gram
c.    Panjang badan lahir 48-52 cm
d.    Lingkar dada 30-38 cm
e.    Lingkar kepala 33-35 cm
f.     Lingkar lengan 11-12 cm
g.    Frekuensi denyut jantung > 120 dan < 160x/i
h.    Pernapasan pada menit pertama kira-kira 80x/i, kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40x/i
i.      Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan diliputi verniks kaseosa
j.      Rambut lanugo tidak terlihat lagi, rambut kepala biasanya telah sempurna
k.    Kuku agak panjang dan lunak
l.      Gerak aktif
m.   Bayi lahir langsung menangis kuat
n.    Genetalia: labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan), testis sudah turun (pada laki-laki)
o.    Refleks isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik
p.    Refleks moro sudah baik, bayi ketika terkejut akan memperlihatkan gerakan tangan seperti memeluk.
q.    Eliminasi baik, urin dan mekonium akan keluar dalam  48 jam pertama, mekonium berwarna hitam kecoklatan.
r.     Nilai APGAR > 7
3.    Ciri-ciri Bayi Baru Lahir Abnormal
     Menurut Kasnah (2014: 34) ciri-ciri bayi baru lahir abnormal yaitu:
a.    Lahir preterm (< 37 minggu)
b.    Berat badan  < 2.500 gram
c.    Frekuensi denyut jantung < 120x/menit
d.    Kulit pucat, tipis dan pergerakan tidak aktif
e.    Bayi lahir tidak langsung menangis
f.     Pada telinga pina masih datar dan terlipat
g.    Payudara hampir tidak terlihat
h.    Genitalia labia mayora belum menutupi labia minora (pada perempuan), testis belum turun dan tidak ada rugae (pada laki-laki)
i.      Garis telapak kaki hampir tidak tampak
j.      Refleks moro kurang
k.    Nilai APGAR < 7


Tabel 2.1 Tabel Nilai APGAR
SKOR
0
1
2
ANGKA
A:  Appearance color (Warna Kulit
Pucat
Badan merah, ekstremitas biru
Seluruh tubuh kemerah-merahan
...
P: Pulse (heart rate) (frekuensi denyut jantung)
Tidak ada
Kurang dari 100
Di atas 100
...
G: Grimace (Reaksi terhadap rangsangan)
Tidak ada
Sedikit gerakan mimik
Menangis, batuk/bersin
...
A: Activity (Tonus otot)
Lumpuh
Ekstremitas sedikit fleksi
Gerakan aktif
...
R: Respiration (Usaha bernapas)
Tidak ada
Lemah, tidak teratur
Menangis kuat
...



Jumlah
...
Sumber: Mochtar R, (2013: 91)






C.   Tinjauan tentang Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
1.    Pengertian BBLR
      Bayi berat lahir rendah adalah bayi yang lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. (Nugroho,2015).
2.    Insiden
      Frekuensi BBLR di negara maju berkisar antara 3,6-10,8%, di negara berkembang berkisar antara 10-43%, rasio antara negara maju dengan negara berkembang adalah 1:4. (Mochtar, 2012:308).
3.    Etiologi
     Menurut Maryunani (2013: 316-317) etiologi Berat Badan Lahir Rendah yaitu:
a.    Faktor ibu terdiri dari penyakit pada masa kehamilan kurang dari 20 tahun lebih dan lebih dari 35 tahun serta jarak kelahirannya terlalu dekat serta keadaan sosial ekonomi yang rendah.
b.    Faktor janin meliputi hidramnion, kehamilan ganda dan kelainan kromosom.
c.    Faktor lingkungan meliputi tempat tinggal, radiasi dan zat-zat racun.
d.    Selain dari faktor tersebut infeksi, bahan toksik, radiasi, insufisensi atau difungsi plasenta, faktor nutrisi dan faktor lain seperti merokok, peminum alkohol, bekerja berat masa hamil, plasenta previa, kehamilan ganda, obat-obatan dan sebagainya.
4.    Patofisiologi
a.    Sebelum bayi lahir
     Menurut Sofian (2012: 305-306) patofisiologi bayi berat badan lahir rendah sebelum bayi lahir  yaitu:
1)    Pada anamnese sering dijumpai adanya abortus, partus prematurus dan lahir mati
2)    Pembesaran uterus tidak sesuai tuanya kehamilan
3)    Pergerakan janin yang pertama (quickering) terjadi lebih lambat, gerakan janin lebih lambat walaupun kehamilannya sudah masuk 9 bulan
4)    Pertambahan berat badan ibu lambat dan tidak sesuai dengan yang seharusnya.
5)    Sering dijumpai kehamilan dengan oligohidramnion, hyperemesis gravidarum pada hamil lanjut dengan toksemia gravidarum atau perdarahan antepartum.
a.    Setelah bayi lahir
       Menurut Maryunani (2013: 217) patofisiologi berat badan lahir rendah setelah bayi lahir yaitu:
1)    Bayi dengan retardasi pertumbuhan interauterin secara klasik tampak seperti bayi yang kelaparan. Tanda-tanda bayi ini adalah tengkorak kepala keras, gerakan bayi terbatas, verniks caseosa sedikit atau tidak ada, kulit tipis, kering, berlipat-lipat, mudah diangkat. Abdomen cekung atau rata, jaringan lemak di bawah kulit sedikit, lembek dan berwarna kehijauan.
2)    Bayi prematur yang lahir sebelum kehamilan 37 minggu. Verniks caseosa ada, jaringan lemak bawah kulit sedikit, tulang tengkorak lunak mudah bergerak, muka seperti boneka (dool-like), abdomen buncit, tali pusat tebal dan segar, menangis lemah, tonus otot hipotoni, kulit tipis, merah dan transparan.
3)    Bayi small for date sama dengan bayi dengan retradasi pertumbuhan interauterin.
4)    Bayi prematur kurang sempurna pertumbuhan alat-alat dalam tubuhnya, karena itu sangat peka terhadap gangguan pernapasan, infeksi, trauma kelahiran dan hipotermi.
5.    Fatktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR
      Menurut Maryunani (2013: 316-317) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi  terjadinya bayi berat lahir rendah yaitu:
a.    Faktor Ibu
1)    Riwayat kelahiran prematur sebelumnya
2)    Gizi saat hamil kurang
3)    Umur kurang dari 20 tahun atau di atas 35 tahun
4)    Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat
5)    Penyakit menahun ibu: hipertensi, jantung, gangguan pembuluh darah (perokok)
6)    Perdarahan antepartum, kelainan uterus dan hidramnion
7)    Faktor pekerja terlalu berat
8)    Primigravida
b.    Faktor Kehamilan
Hamil dengan hidramnion, hamil ganda, perdarahan antepartum, komplikasi hamil seperti preeklamsia, dan ketuban pecah dini.
c.    Foktor Janin
Faktor janin dipengaruhi oleh cacat bawaan, infeksi dalam rahim, kehamilan ganda, dan anomali kongenital.
d.    Faktor Kebiasaan
Faktor kebiasaan yang dapat mempengaruhi terjadinya bayi berat lahir rendah juga dapat di pengaruhi oleh pekerjaan yang melelahkan dan merokok.
6.    Penanganan
     Menurut Kasnah (2014: 8) penanganan bayi berat lahir rendah yaitu:
a.    Jaga bayi tetap hangat
Bayi dimasukkan dalam inkubator dengan suhu yang diatur: bayi berat badan di bawah 2kg 35̊C, dan bayi dengan berat lahir 2kg sampai 2,5kg 34̊C dengan suhu inkubator diturunkan 1̊C setiap minggu sampai bayi dapat  ditempatkan pada suhu lingkungan sekitar 24-27̊ C.
b.    Makanan bayi berat lahir rendah
Umumnya BBLR belum sempurna refleks menghisap dan menelan, kapasitas lambung masih kecil dan daya enzim pencernaan terutama lipase yang masih kurang. Maka makanan diberikan dengan pipet sedikit demi sedikit namun lebih sering. Sedangkan pada bayi small for date sebaiknya kelihatan seperti orang kelaparan, rakus minum dan makan, Yang harus diperhatikan adalah terhadap kemungkinan terjadinya pnemonia aspirasi.
c.    Beri dosis tunggal Vit K 1mg/IM
d.    Beri hepatitis B 0,5 ml/IM (Dalam usia 12 jam)
e.    Pencegahan infeksi yaitu beri salep mata tetrasiklin 1%, dan lakukan perawatan tali pusat secara teratur.
D.   Tinjauan Umum Asuhan Kebidanan
      Menurut Mangkuji (2014: 5-8) tinjauan umum asuhan kebidanan diantaranya meliputi:
1.    Proses Manajemen Asuhan Kebidanan
a.    Pengertian Manajemen Asuhan Kebidanan
      Manajemen kebidanan adalah suatu metode pendekatan pemecahan masalah yang digunakan oleh bidan dalam proses pemecahan masalah dalam pemecahan masalah yang digunakan oleh bidan serta merupakan metode yang terorganisir melalui tindakan yang logis dalam memberi pelayanan.
b.    Tahapan Manajemen Asuhan Kebidanan
      Proses manajemen kebidanan terdiri dari 7 langkah asuhan kebidanan yang dimulai dengan pengkajian dan analisa data dasar dan diakhiri dengan evaluasi.
      Tahapan dalam proses manajemen asuhan kebidanan ada tujuh langkah yaitu:
1)    Pengkajian Analisa Data Dasar
Pengkajian data dasar yang lengkap untuk menilai keadaan klien. Data ini termasuk data dasar adalah riwayat kesehatan klien pemeriksaan fisik dan catatan riwayat kesehatan yang lalu dan sekarang, pemeriksaan laboratorium. Semua data tersebut di atas harus memberikan informasi saling berhubungan dari sember dan menggambarkan kondisi ibu yang sebenarnya.
2)    Identifikasi Diagnosa/Masalah Aktual
Menginterpretasikan data secara spesifik mengenal diagnosa dan masalah. Kata diagnosa dan masalah sering digunakan keduanya namun mempunyai pengertian yang berbeda. Masalah lebih sering berhubungan dengan apa yang dialami oleh seseorang menguraikan suatu kenyataan yang dirasakan sebagai suatu masalah sedangkan diagnosa lebih sering diidentifikasi oleh bidan dengan berfokus pada apa yang dikemukakan oleh ibu secara individual.
3)    Identifikasi Diagnosa/Masalah Potensial
Pada tahap ini mengantisipasi masalah potensial yang mungkin terjadi atau yang akan dialami oleh ibu bila tidak mendapat penanganan yang dilakukan melalui pengamatan cermat, observasi secara akurat dan persiapan sesuatu yang dapat terjadi.
4)    Identifikasi Tindakan Segera/Kolaborasi
Menggambarkan sifat proses kebidanan secara terus menerus tidak hanya dalam pemberian pelayanan dasar tetapi bidan dapat melakukan tindakan emergensi sesuai kewenangannya, kolaborasi maupun konsultasi untuk menyelamatkan ibu atau janinnya. Bidan mengevaluasi setiap keadaan ibu untuk menentukan tindakan selanjutnya.
5)    Rencana Asuhan Kebidanan
Pengembangan suatu rencana tindakan komprehensif yang ditentukan pada langkah sebelumnya, juga antisipasi diagnosa dan masalah yang disadari atas rasional tindakan yang relevan yang diakui kebenarannya, sesuai dengan kondisi dan situasi yang seharusnya dikerjakan atau tidak oleh bidan dan klien, oleh sebab itu, sebelumnya harus terlebih dahulu didiskusikan dengan klien.
6)    Pelayanan Tindakan Asuhan Kebidanan
Pelaksanaan rencana asuhan kebidanan (implementasi) dilaksanakan oleh bidan dan sebagian dilaksanakan oleh ibu sendiri, bidan dan anggota tim kesehatan lainnya berdasarkan rencana yang ditetapkan.
7)    Evaluasi Asuhan Kebidanan
Langkah akhir  kebidanan adalah evaluasi, namun sebenarnya evaluasi ini dilakukan pada setiap langkah kebidanan. Pada tahap evaluasi, bidan harus mengetahui keberhasilan asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien.
2.    Pendokumentasian Manajemen Asuhan Kebidanan
a.    Data subjektif
Data subjektif yang merupakan informasi termasuk biodata, mencakup nama, umur, tempat tinggal, pekerjaan, status perkawinan, pendidikan serta keluhan-keluhan, diperoleh dari hasil wawancara langsung pada pasien atau dari keluarga dan tenaga kesehatan lainnya.
b.    Data objektif
Data objektif diperoleh dari hasil pemeriksaan fisik mencakup inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi serta pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radio diagnostik.
c.    Analisa
Analisa merupakan keputusan yang ditegakkan dari hasil perumusan masalah yang mencakup kondisi tersebut. Penegakan diagnosa kebidanan dijadikan sebagai dasar tindakan dalam upaya menggulangi ancaman keselamatan pasien atau klien.
d.    Penatalaksanaan
Penatalaksanaan merupakan rencana kegiatan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan  oleh bidan dalam melakukan intervensi untuk memecahkan masalah pasien.









Alur Pikir Bidan                                Perencanaan Asuhan Kebidanan


7 Langah
(Varney)
5 Langkah (Kompetensi Bidan)
Catatan Soap

Subjektif

Objektif

Data
Data

Maslah/Diagnosa

Pengkajian/Diagnosa

Antisipasi masalah

Rencana:
1.    Konsul
2.    Tes Diagnostik
3.    Rujukan
4.    Pendidikan/Konseling
5.    Tindak Lanjut

Potensial/Diagnosa


Lain


Menetapkan
Analisa/Diagnosa

Kebutuhan segera


Untuk konsultasi


Kolaborasi


Perencanaan
Perencanaan

Implementasi
Implementasi

Evaluasi
Evaluasi

Sumber: Mangkuji B, 2014:9
Gambar 2.1. Keterkaitan Manajemen Kebidanan Dengan Pendokumentasian Asuhan Kebidanan


BAB III
STUDI KASUS
      Bab ini membahas tentang Asuhan Kebidanan Bayi Ny.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sinjai meliputi pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah varney meliputi: identifikasi data dasar, diagnosa/masalah aktual, diagnosa masalah potensial, tindakan segera/kolaborasi, rencana asuhan, implementasi dan evaluasi.
No. Register                          : 09990916
Tanggal Lahir                       : 20 Juni 2016                       Pukul : 09.30 Wita
Tanggal Pengkajian                        : 20 Juni 2016                       Pukul : 10.00 Wita
Nama Pengkaji                     : A.Handayani
I.    IDENTIFIKASI DATA DASAR
1.    Biodata
Identitas Orang Tua
Nama                                 : Ny.”M”/ Tn.”N”
Umur                                  : 37 Tahun/ 40 Tahun
Nikah                                 : 1 kali/ 17 Tahun
Suku                                  : Bugis/ Bugis
Agama                               : Islam/ Islam
Pendidikan                       : SMP/ SD
Pekerjaan                         : IRT/ Petani
Alamat                               : Bikeru Kec. Sinjai Selatan
2.    Data Biologis
a.    Riwayat Kehamilan
1)    G3 P2 A1
2)    HPHT tanggal      : 18-09-2015
3)    TP tanggal            : 25-06-2016
4)    Ibu memeriksakan kehamilannya (ANC) 4 kali selama hamil di Puskesma Samaenre Bikeru
a)    Trimester I       : Tanggal 07 Maret 2016
b)    Trimester II      : Tanggal 09 Mei 2016
c)    Trimester III     : Tanggal 11 Juni 2016
5)    Imunisasi TT 2 kali
a)    TT1                   : -
b)    TT2                   : Tanggal 07 Maret 2016
6)    Penyakit selama hamil            : Tidak ada
7)    Pemeriksaan Laboratorium   
a)    Hemoglobin  (Hb) : 10.2 gr%
b)    Albumin                 :  ( - )
c)    Reduksi                 :  ( - )


b.    Riwayat Persalinan/kehamilan Sekarang
1)    Umur Kehamilan                      :  38-40 Minggu
2)    Tempat Bersalin                        : Rumah Sakit
3)    Penolong                                   : Dokter
4)    Penyulit Persalinan                 : Tidak ada
5)    Jenis Persalinan                      : SC
6)    Tanggal Lahir                            : 20 Juni 2016
7)    BBL/PBL                                    : 1.900 gram/ 40 cm
8)    Kala I                                          
Ibu masuk tanggal 20 Juni 2016 pukul 08.00 Wita dan merasakan nyeri perut tembus belakang yang disertai dengan pengeluaran air yang dimulai  sejak 19 Juni 2016 pukul 24.00 Wita.
9)     Kala II                                        
Persalinan SC dengan indikasi ketuban pecah dini (KPD)
10)  Apgar Score
SKOR
0
1
2
Menit
I
II
A:  Appearance color (Warna Kulit
Pucat
Badan merah, ekstremitas biru
Seluruh tubuh kemerah-merahan
0
1
P: Pulse (frekuensi denyut jantung)
Tidak ada
Kurang dari 100
Di atas 100
1
1
G: Grimace (Reaksi terhadap rangsangan)
Tidak ada
Sedikit gerakan mimik
Menangis, batuk/bersin
1
1
A: Activity (Tonus otot)
Lumpuh
Ekstremitas sedikit fleksi
Gerakan aktif
1
1
R: Respiration (Usaha bernapas)
Tidak ada
Lemah, tidak teratur
Menangis kuat

1
2



Jumlah
4
6
                                                    
c.    Riwayat Pemenuhan Kebutuhan Dasar
1)    Nutrisi atau cairan
Bayi belum diberi susu formula atau ASI.
2)    Eliminasi
BAK         : 1 kali berwarna kekuningan
BAB         : Belum

3)    Personal Hygiene
-       Tali pusat dirawat setelah lahir
-       Bayi belum dimandikan
d.    Riwayat Pemeriksaan Fisik
1)    Keadaan umum bayi  baik
2)    Pemeriksaan Antropometri
a)    BBL           : 1.900 gram
b)    PBL           : 40 cm
c)    LK             : 25 cm
d)    LD             : 28 cm
e)    LL              : 10 cm
3)    Jenis Kelamin    : Laki-laki
4)    Pemeriksaan tanda-tanda vital
a)    Suhu              : 36,5̊C
b)    Pernapasan  : 42 kali/menit
c)    Frekuensi jantung   : 140 Kali/menit
5)    Pemeriksaan Fisik
a)    Kepala dan wajah
-       Rambut hitam, lembut
-       Tidak ada benjolan
-       Sutura tampak jelas
-       Ubun-ubun belum menutup
-       Simetris kiri dan kanan
b)    Mata
-       Simetris kiri dan kanan
-       Konjungtiva merah muda
-       Tidak ada secret
c)    Hidung
-       Simetris kiri dan kanan
-       Konjungtiva merah muda
-       Tidak ada secret
d)    Telinga
-       Simetris kiri dan kanan
-       Tidak ada serumen
e)    Mulut dan bibir
-       Refleks isap baik
-       Tampak bersih
-       Bibir agak pucat
f)     Leher
-       Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tonus otot baik
g)    Dada
-       Gerakan dada tidak seirama dengan napas bayi
-       Puting susu simetris kiri dan kanan
h)   Abdomen
-       Tali pusat masih basah dan tidak berbau
i)     Genitalia dan anus
-       Testis menurun, scrotum nampak keriput
-       Terdapat lubang anus
j)      Ekstremitas atas dan bawah
-       Tangan : pergerakan aktif, tidak ada oedema, jari tangan lengkap kiri dan kanan sera refleks menggenggam baik.
-       Kaki : pergerakan aktif, tidak ada udema, jari kaki lengkap kiri dan kanan, refleks babysky dan morow baik.
6)    Data Tambahan
Obat-obatan : Vitamin K 1mg/IM dan tetes mata choloramhenicol 1%, Hepatitis B 0,5 ml/IM (dalam 12 Jam).
II.   IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH AKTUAL
Diagnosa             : BCB/KMK/SC
Ds                          : HPHT 18-09-2015
Do                         :-   39 Minggu 6 hari
-       Bayi lahir tanggal 20 juni 2016
-       BBL 1.900 gram
-       PBL 40 cm


Analisa dan interpretasi data
            Dengan melihat HPHT tanggal 18-09-2015 dan bayi lahir tanggal 20 Juni 2016 maka masa gestasi ibu 28-40 minggu  dengan berat badan lahir 1.900 gram, panjang badan lahir 40 cm. Namun karena ketuban pecah dini, maka ibu dioperasi. Dimana menandakan bayi BCB/KMK/SC.
III.    ANTISIPASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL
Diagnosa    : Potensial terjadi hipotermi
DS               : -
DO               :  Kulit bayi tampak pucat
                        BB : 1.900 gram, S : 36,5 ̊C
                      Bayi terbungkus dan dirawat dalam inkubator
                            Kulit bayi tipis
Analisa dan interpretasi data:
       Hipotermi dapat terjadi pada bayi berat lahir rendah karena kemampuan untuk mempertahankan panas dan kesanggupan menambah produksi panas sangat terbatas pada bayi dengan berat badan lahir yang rendah mudah mengalami hipotermi disebabkan karena pertumbuhan otot-otot yang belum memadai, jaringan lemak subkutan yang sedikit, luas permukaan tubuh relatif lebih besar dibandingkan berat badan sehingga lebih mudah kehilangan panas.

IV.  TINDAKAN EMERGENSI, KOLABORASI DAN KONSULTASI
       Tidak ada data yang menunjang untuk dilakukannya tindakan segera atau kolaborasi dengan dokter.
V.   RENCANA TINDAKAN
      Diagnosa    : BCB/KMK/SC dengan BBLR
1.    Tujuan:
a.    Kebutuhan nutrisi ASI terpenuhi/teratasi.
b.    Tidak terjadi hipotermi pada bayi.
2.    Kriteria:
a.    Kebutuhan nutrisi ASI yaitu berat badan tidak turun (1.900 gram) bayi kuat mengisap, produksi ASI lancar.
b.    Suhu badan bayi dalam batas normal (36,5̊C-37,2̊C).
c.    Tidak ada tanda-tanda infeksi seperti merah, bengkak, panas, nyeri dan pengeluaran pus.
3.    Intervensi/Rencana Tindakan
1.    Anjurkan ibu untuk memberi ASI ondemand; dengan pemberian ASI secara ondemand diharapkan  berat badan bayi dapat bertambah.
2.    Timbang berat badan bayi setiap hari; untuk mengetahui sejauh mana peningkatan berat badan bayi.
3.    Pertahankan suhu tubuh bayi dengan perawatan inkubator dan tetap terbungkus; untuk mencegah terjadinya hipotermi pada bayi.
4.    Observasi tanda-tanda vital seperti suhu, pernapasan dan frekuensi jantung; dengan melakukan observasi, maka dapat diketahui keadaan umum bayi sehingga dapat melakukan tindakan selanjutnya.
5.    Rawatan tali pusat dengan kasa steril; dengan melakukan perawtan tali pusat secara rutin, maka ini dapat mencegah terjadinya infeksi terhadap bayi.
6.    Ganti pakaian dan popok bayi setiap kali basah; untuk mencegah terjadinya iritasi pada kulit bayi.
7.    Anjurkan ibu untuk mengomsumsi gizi seimbang; agar nutrisi ibu dan bayi dapat terpenuhi.
8.    Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan bayi; mencegah terjadinya infeksi pada bayi dan petugas.
VI.IMPLEMENTASI/PELAKSANAAN TINDAKAN
Tanggal 20 Juni 2016 , Pukul 10.05 Wita
1.    Menganjurkan ibu untuk memberi ASI ondemand; ibu mengerti dan bersedia untuk memberikan asi secara ondemand pada bayinya.
2.    Menimbang berat badan bayi setiap hari; berat badan bayi telah ditimbang dengan hasil 1.900 gram.
3.    Mempertahankan suhu tubuh bayi dengan perawatan inkubator dan tetap terbungkus; bayi telah dirawat dealam tabung inkubator.
4.    Mengobservasi TTV bayi; telah dilakukan observasi ttv setiap 30 menit.
5.    Memberikan vitamin K 0,5 ml/IM; bayi telah diinjeksi dengan vit. K secara IM pada paha bagian kiri
VII.  EVALUASI
Tanggal 20 Juni 2016, Pukul 10. 20 Wita
1.    Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi ASI sudah terpenuhi memantau berat badan tidak turun (1.900 gram), bayi belum kuat mengisap dan produksi ASI lancar.
2.    Tidak terjadi hipotermi pada bayi suhu badan 36,6C.
3.    Tidak terdapat tanda-tanda infeksi yaitu merah, bengkak, nyeri dan mengeluarkan pus.











PENDOKUMENTASIAN
TANGGAL 20 JUNI 2016

IDENTIFIKASI DATA DASAR
Nama             : Ny.”M”/ Tn.”N”
Umur              : 37 Tahun/ 40 Tahun
Nikah             : 1 kali/ 17 Tahun
Suku              : Bugis/ Bugis
Agama           : Islam/ Islam
Pendidikan   : SMP/ SD
Pekerjaan     : IRT/ Petani
Alamat           : Bikeru Kec. Sinjai Selatan
A.   DATA SUBJEKTIF (S)
       HPHT 18-09-2015 bayi lahir tanggal 20 Juni 2016, kehamilan ketiga, pernah keguguran satu kali, kunjungan ANC sebanyak 4 kali, pernah imunisasi TT sebanyak 2 kali terakhir pada bulan Maret 2016 di Puskesmas Samaenre. Tidak pernah USG sebelumnya, tidak ada riwayat penyakit keturunan dan menular.
B.   DATA OBJEKTIF (O)
Frekuensi Jantung 140 kali/menit, pernapasan 42 kali/menit, suhu 36,5°C, BB 1.900 gram, PB 40 cm, jenis kelamin laki-laki, tonus otot fleksi sedikit, refleks mengisap dan menelan baik, ASI sudah mulai lancar, bayi masih dirawat dalam inkubator.

C.   ANALISA (A)
BCB/KMK/SC dengan BBLR hari pertama
D.   PENATALAKSANAAN (P)
Tanggal 20 Juni 2016 Pukul 10.20 Wita
1.    Menganjurkan ibu untuk memberi ASI ondemand; ibu telah menyusui bayinya.
2.    Menimbang berat badan bayi setiap hari; telah dilakukan penimbangan berat badan bayi.
3.    Mempertahankan suhu tubuh bayi dengan perawatan inkubator dan tetap terbungkus ; bayi telah dibungkus dan telah dimasukkan ke dalam inkubator.
4.    Mengobservasi tanda-tanda vital; Hr 140 kali/menit, pernapasan 42 kali/menit, suhu 36,5°C.
5.    Merawat tali pusat dengan kasa steril; telah dilakukan perawatan tali pusat.
6.    Menganjurkan ibu untuk mengomsumsi gizi seimbang; ibu mengerti dan akan melaksanakannya






PENDOKUMENTASIAN
TANGGAL 21 JUNI 2016

A.   DATA SUBJEKTIF (S)
       HPHT 18-09-2015 bayi lahir tanggal 20 Juni 2016, kehamilan ketiga, pernah keguguran satu kali, kunjungan ANC sebanyak 4 kali, pernah imunisasi TT sebanyak 2 kali terakhir pada bulan Maret 2016 di Puskesmas Samaenre. Tidak pernah USG sebelumnya, tidak ada riwayat penyakit keturunan dan menular.
B.   DATA OBJEKTIF (O)
      Frekuensi Jantung 142 kali/menit, pernapasan 44 kali/menit, suhu 36,7°C, BB 1.900 gram, PB 40 cm, jenis kelamin laki-laki, tonus otot fleksi sedikit, refleks mengisap dan menelan baik, ASI sudah mulai lancar, bayi masih dirawat dalam inkubator.
C.   ANALISA (A)
BCB/KMK/SC dengan BBLR hari kedua
D.   PENATALAKSANAAN (P)
Tanggal 21 Juni 2016 Pukul 08.40 Wita
1.    Menganjurkan ibu untuk memberi ASI ondemand; ibu telah menyusui bayinya.
2.    Menimbang berat badan bayi setiap hari; telah dilakukan penimbangan berat badan bayi dengan berat badan terakhir 1.900 gram.
3.    Mempertahankan suhu tubuh bayi dengan perawatan inkubator dan tetap terbungkus ; bayi masih dirawat dalam inkubator.
7.    Mengobservasi tanda-tanda vital; Hr 142 kali/menit, pernapasan 44 kali/menit, suhu 36,7°C.
8.    Merawat tali pusat dengan kasa steril; telah dilakukan perawatan tali pusat.








PENDOKUMENTASIAN
TANGGAL 22 JUNI 2016

A.   DATA SUBJEKTIF (S)
       Bayi masih dirawat dalam inkubator, diberi ASI secara ondemand, refleks mengisap baik serta ASI sudah mulai lancar.
B.   DATA OBJEKTIF (O)
      Frekuensi Jantung 142 kali/menit, pernapasan 46 kali/menit, suhu 36,6°C, BB 2.000 gram, PB 40 cm, refleks mengisap dan menelan baik, ASI sudah mulai lancar, bayi masih dirawat dalam inkubator.
C.   ANALISA (A)
BCB/KMK/SC dengan BBLR hari ketiga
D.   PENATALAKSANAAN (P)
Tanggal 22 Juni 2016 Pukul 08.30 Wita
1.    Mencuci tangan sebelum kontak dengan bayi; telah dilakukan cuci tangan.
2.    Menimbang berat badan bayi; telah dilakukan penimbangan dengan berat badan 2.000 gram.
3.    Mengobservasi tanda-tanda vital bayi; Hr 142 kali/menit, pernapasan 46 kali/menit, suhu 36,6°C.
4.    Mengingatkan ibu untuk mengkomsumsi gizi seimbang; ibu mengerti dan bersedia melakukan yang telah di sarankan
5.    Memberikan HE tentang pentingnya pemberian ASI bagi bayi dan teknik menyusui yang benar; ibu bersedia akan melakukan apa yang telah disampaikan.




BAB IV
PEMBAHASAN
      Bab ini penulis akan menguraikan kesesuaian dan kesenjangan antara teori (tinjauan pustaka) kasus studi dengan asuhan kebidanan bayi Ny.”M”  dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sinjai tanggal 20-22 Juni 2016.  Dalam membahas Bayi Berat Lahir Rendah, penulis akan membahas berdasarkan pendekatan asuhan kebidanan dengan tujuh langkah varney, yaitu:
A.   IDENTIFIKASI DATA DASAR
            Pengkajian dimulai dari pengumpulan data melalui anamnese serta data-data yang ditemukan saat melakukan pemeriksaan fisik dengan menggunakan inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi untuk mendukung dalam menegakkan diagnosa.
            Tinjauan pustaka disebutkan bahwa bayi yang dinyatakan bayi berat lahir rendah (BBLR),  adalah bayi yang lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. (Nugroho, 2015), sedangkan pada kasus By.”M” data yang didapatkan bayi lahir dengan berat badan 1.900 gram.
            Dengan demikian antara teori dan studi kasus By.”M” sejalan dan tidak terdapat kesenjangan.


B.   MERUMUSKAN DIAGNOSA/MASALAH AKTUAL
            Menegakkan suatu diagnosa atau masalah kebidanan berdasarkan pendekatan asuhan kebidanan didukung oleh beberapa data baik subjektif maupun objektif yang diperoleh dari hasil pengkajian yang dilakukan.
            Tinjauan teori, menurut Nugroho (2015) dijelaskan bahwa bayi berat lahir rendah  adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan.
            Studi kasus By.”M” hasil pemeriksaan fisik yang menunjang yaitu: berat badan lahir 1.900 gram panjang badan 40 cm lingkar dada 28 cm lingkar kepala 25 cm. Dengan demikian tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus By.”M” yang ditemukan pada saat penelitian.
C.   MERUMUSKAN DIAGNOSA/MASLAH POTENSIAL
            Berdasarkan teori dijelaskan Yurniati (2013), perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir diantaranya perubahan metabolisme karbohidrat, suhu tubuh, pernapasan, sirkulasi, alat pencernaan, hati, dan ginjal. Namun yang paling rentang terjadi pada bayi BBLR yaitu Hipotermi sehingga perlu diperhatikan agar tidak terlalu banyak kehilangan panas dan cepat dipertahankan.
            Kasus By.”M” yang dikaji setelah lahir ditemukan masalah potensial terjadinya hipotermi. Dengan demikian tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus By.”M” yang ditemukan pada saat penelitian.
D.   MELAKSANAKAN TINDAKAN KOLABORASI
            Berdasarkan teori dijelaskan Yurniati (2013), perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir diantaranya perubahan metabolisme karbohidrat, suhu tubuh, pernapasan, sirkulasi, alat pencernaan, hati, dan ginjal. Namun yang paling rentang terjadi pada bayi BBLR yaitu Hipotermi sehingga perlu diperhatikan agar tidak terlalu banyak kehilangan panas dan cepat dipertahankan.
            Pada kasus By.”M” yang dikaji setelah lahir sehingga dilakukan tindakan perawatan dalam inkubator dengan demikian tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus By.”M” yang ditemukan pada saat penelitian.
E.   RENCANA TINDAKAN ASUHAN KEBIDANAN
            Menurut Kasnah (2014) bahwa rencana penanganan yang dilakukan pada bayi BBLR adalah menjaga bayi tetap hangat, pemberian makanan atau intake ASI yang adekuat dan dilakukan perlindungan terhadap infeksi.
            Membuat rencana tindakan ditentukan tujuan dan kriteria          yang akan dicapai dalam menerapkan asuhan kebidanan pada By.”M” dengan rumusan masalah aktual dan diagnosa sesuai dengan teori yang dimana asuhan kebidanan dikembangkan berdasarkan pada rencana tindakan sesuai dengan masalah aktual dan potensial pada By.”M” yaitu: lanjutkan perawatan bayi dalam inkubator, anjurkan ibu memberi ASI sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi, observasi TTV, lakukan perawatan tali pusat, lakukan pencegahan infeksi, ganti pakaian atau popok bayi setiap kali basah, memantau tanda-tanda bahaya dan timbang berat badan bayi. Dengan demikian tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus By.”M” yang ditemukan pada saat penelitian.
F.    TINDAKAN ASUHAN KEBIDANAN
            Menurut Kasnah (2014) bahwa rencana penanganan yang dilakukan pada bayi BBLR adalah menjaga bayi tetap hangat, pemberian makanan atau intake ASI yang adekuat dan dilakukan perlindungan terhadap infeksi.
            Tahap ini pelaksanaan asuhan kebidanan pada By.”M”, penulis tidak menemukan permasalahan yang berarti, hal ini ditunjang oleh ibu dan keluarganya yang kooperatif dalam menerima semua anjuran dan tindakan yang diberikan, sehingga semua rencana tindakan asuhan kebidanan telah dilaksanakan yaitu: melanjutkan perawatan bayi dalam inkubator, menganjurkan ibu memberi ASI sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi, mengobservasi TTV, perawatan tali pusat,  pencegahan infeksi, ganti pakaian atau popok bayi setiap kali basah, memantau tanda-tanda bahaya dan menimbang berat badan bayi.



G.   EVALUASI ASUHAN KEBIDANAN
            Evaluasi merupakan langkah akhir proses manajemen kebidanan keberhasilan dan ketepatan tindakan terdapat dalam tahap ini. Pada kasus ini setelah dilakukan perawatan, maka potensial terjadinya hipotermi dapat dicegah.



                                                              BAB V
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
            Setelah mempelajari teori, konsep dan prinsip-prinsip penatalaksanaan Bayi Berat Lahir Rendah dan pengalaman langsung dari studi kasus dengan Bayi Berat Lahir Rendah pada By.”M” Maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1.    Pengkajian data By.”M” dengan Bayi Berat Lahir Rendah lahir tanggal 20 Juni 2016 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sinjai dengan berat badan lahir 1.900 gram.
2.    Asuhan kebidanan mengidentfikasi diagnosa pada By.”M” berdasarkan BCB dengan masalah aktual BBLR.
3.    Asuhan kebidanan mengidentifikasi masalah potensial yang mungkin akan terjadi pada By.”M” berdasarkan pengumpulan data, pengamatan yang cermat dan observasi yang akurat adalah antisipasi terjadinya hipotermi.
4.    Kasus By.”M” dilakukan tindakan segera/kolaborasi sesuai kondisi klien yaitu hangatkan bayi untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat agar tidak terjadi hipotermi.
5.    Pada kasus By.”M” rencana asuhan kebidanan yaitu: lanjutkan perawatan bayi dalam inkubator, anjurkan ibu untuk  memberi ASI sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi, observasi TTV, rawatan tali pusat, cegahan infeksi, ganti pakaian atau popok bayi setiap kali basah, memantau tanda-tanda bahaya dan menimbang berat badan bayi.
6.    Pada kasus By.”M” implementasi yaitu: melanjutkan perawatan bayi dalam inkubator, menganjurkan ibu memberi ASI sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi, mengobservasi TTV, perawatan tali pusat,  pencegahan infeksi, ganti pakaian atau popok bayi setiap kali basah, memantau tanda-tanda bahaya, menimbang berat badan bayi.
7.    Pada evaluasi hasil pelaksanaan asuhan ditemukan keadaan Bayi Berat Lahir Rendah teratasi dengan melakukan perawatan bayi dengan menjaga kehangatan bayi serta memberi nutrisi pada bayi.
8.    Pendokumentasian sangat penting dilaksanakan pada setiap tahap dan proses manajemen kebidanan karena hal ini merupakan tangung jawab dan tanggung gugat bidan terhadap asuhan kebidanan yang telah diberikan kepada pasien.
B.   SARAN
1.    Bagi Petugas Kesehatan (Profesi Kebidanan)
a.    Untuk dapat mencegah bayi berat lahir rendah ini hendakya diterapkan pengawasan dan penanganan pada ibu hamil yang lebih ketat utamanya yang beresiko tinggi dengan berpedoman pada standar pelayanan kebidanan yang berlaku.
b.    Penerapan manajemen asuhan kebidanan dalam memberikan pelayanan di masyarakat perlu ditingkatkan, mengingat tingkat kesakitan  serta kematian bayi dapat ditekan seminimal mungkin melalui penemuan dan penanganan komplikasi secara dini.
2.    Bagi Institusi
Dapat meningkatkan mutu pendidikan serta kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan guna menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional dan berdedikasi.
3.    Bagi Pemerintah
a.    Pemerintah hendaknya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai bagi tenaga kesehatan agar dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan secara maksimal dan menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional.
b.    Pemerintah hendaknya berupaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau demi terciptanya pelayanan kesehatan yang berkualitas.



LAMPIRAN-LAMPIRAN















EDICARD PENGANMBILAN DATA




Komentar

  1. Pragmatic Play launches casino games with Multipliers of Multipliers
    Pragmatic 통영 출장안마 Play, 안산 출장샵 the leading 군산 출장마사지 content provider to 삼척 출장샵 the iGaming industry, today launched Multipliers of Multipliers of 동해 출장안마 Multipliers™, an online

    BalasHapus

Posting Komentar